Sabtu, 4 Juli 2026

Apa Itu Dire Wolf? Hewan Purba Yang Hidup Kembali Setelah 12.500 Tahun

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Rabu, 9 April 2025 | 15:23 WIB
Apa Itu Dire Wolf?
Apa Itu Dire Wolf?

NAWACITAPOST.COM - Apa jadinya jika teknologi masa kini bersinggungan dengan makhluk purba yang telah lama hilang dari muka Bumi? Jawabannya ada pada Dire Wolf (Aenocyon dirus), predator ganas yang dulunya berkeliaran di Amerika Utara dan Selatan selama Zaman Es, sekitar 125.000 hingga 10.000 tahun silam.

Makhluk yang selama ini hanya kita kenal lewat fosil, kini kembali menjadi sorotan berkat terobosan luar biasa dari Colossal Biosciences melalui program de-extinction.

Dire wolf, atau serigala raksasa, dikenal dengan tubuhnya yang jauh lebih besar dibandingkan serigala abu-abu modern. Panjangnya bisa mencapai 1,5 hingga 1,8 meter dengan bobot hingga 100 kilogram.

Meski secara tampilan serupa, penelitian genetika mengungkap bahwa keduanya berasal dari garis keturunan yang berbeda dan tidak pernah saling kawin silang, meskipun hidup berdampingan selama ribuan tahun.

Jejak fosil Dire Wolf ditemukan di berbagai wilayah, dari dataran luas hingga daerah pegunungan, menandakan kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan ekstrem.

Mereka dikenal sebagai pemburu ulung yang memangsa hewan besar seperti kuda purba, sloth raksasa, hingga mastodon.

Sayangnya, perubahan iklim drastis, hilangnya mangsa, dan persaingan dengan predator lain diyakini menjadi penyebab utama kepunahan mereka sekitar 10.000 tahun lalu.

Baca Juga: Colossal Biosciences AS Hidupkan Kembali Dire Wolf yang Telah Punah 12.500 Tahun

Kebangkitan Sang Legenda

Namun, kisah serigala Zaman Es ini belum usai. Colossal Biosciences berhasil menghidupkan kembali Dire Wolf melalui rekayasa genetika mutakhir, menggunakan gabungan DNA purba dan serigala abu-abu sebagai dasar.

Kelahiran beberapa anak serigala hasil de-extinction ini menjadi tonggak penting dalam sejarah ilmu pengetahuan modern.

Meski menjadi pencapaian monumental, langkah ini juga memunculkan berbagai pertanyaan kritis: Apakah dunia siap menyambut kembali spesies punah ke dalam ekosistem saat ini? Apa dampak jangka panjang dari kebangkitan spesies yang telah punah terhadap keseimbangan lingkungan dan etika ilmiah?

Proses de-extinction bukanlah tugas mudah. Para ilmuwan harus bekerja dengan DNA kuno yang rapuh dan menggabungkannya secara presisi dengan material genetik spesies modern.

Tantangan dalam proyek ini bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut isu moral dan ekologi yang kompleks.

Keberhasilan Colossal membuka babak baru dalam upaya konservasi dan memperluas pemahaman kita tentang evolusi.

Halaman:

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini