NAWACITAPOST.COM - Murdaya Widyawimarta Poo, yang lebih dikenal sebagai Murdaya Poo, merupakan salah satu tokoh konglomerat paling berpengaruh di Indonesia, dengan kiprah besar di ranah bisnis dan politik nasional.
Ia dikenal luas sebagai sosok di balik kemegahan Pondok Indah Mall (PIM) dan pengembang utama Jakarta International Expo (JIExpo).
Pada 7 April 2025, Murdaya Poo berpulang di Singapura setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker dan sejumlah komplikasi kesehatan lainnya.
Profil Singkat Murdaya Poo
Lahir di Blitar, 12 Januari 1946, Murdaya mengawali langkahnya sebagai pengusaha dan sempat menekuni dunia politik.
Ia menikah dengan Siti Hartati Murdaya pada tahun 1971—seorang pengusaha perempuan sukses yang juga masuk jajaran orang terkaya Indonesia versi Forbes, berada di posisi ke-13. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat anak: Pajna, Metra, Uppeicha, dan Karuna.
Siti Hartati memulai bisnis di bidang kelistrikan dengan mendirikan Kencana Sakti Indonesia, serta menggandeng merek global Nike untuk produksi sepatu di Indonesia—menunjukkan bahwa semangat wirausaha begitu kuat dalam keluarga mereka.
Perjalanan Murdaya dimulai dari titik rendah. Di masa mudanya, ia pernah menjadi penjual koran.
Namun, titik balik datang saat ia mendirikan PT Metropolitan Kentjana Tbk. (MKPI) pada 1972—yang kemudian dikenal luas sebagai pengembang kawasan elit Pondok Indah di Jakarta Selatan, serta berbagai proyek prestisius di Batam dan ibu kota.
Dari perusahaan tersebut pula lahirlah Pondok Indah Mall pada tahun 1991, yang kini menjadi ikon pusat perbelanjaan mewah di Jakarta.
Kekayaan Murdaya tak hanya berasal dari satu sumber. Ia juga mendirikan Central Cipta Murdaya, perusahaan yang berinvestasi di berbagai sektor strategis seperti teknik, perkebunan kelapa sawit, dan teknologi informasi.
Ia juga memiliki Puri Indah Mall serta PT Jakarta International Expo (JIExpo)—pusat pameran berskala nasional yang kerap menjadi tuan rumah acara besar seperti Jakarta Fair.
Di dunia politik, Murdaya sempat bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada 1998.
Ia menjabat sebagai bendahara partai dan pimpinan cabang, sebelum dipercaya menjadi anggota DPR RI pada periode 2004–2009.
Artikel Terkait
Gubernur Banten Andra Soni: Kerukunan Antar Umat Beragama Dukung Percepatan Pembangunan
Tempo Diduga Fitnah Dasco, DPP PMN Terdepan Laporkan
Mengular Panjang Antrean Bayar Pajak, Samsat Majalengka Perbanyak Loket Layanan Hingga Drive Thru
2 Tahun Berjuang Lawan Kanker, Pemilik Pondok Indal Mall Murdaya Poo Meninggal Dunia