NAWACITAPOST.COM - Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) merupakan wadah kolaborasi yang dibentuk pada Mei 2012 oleh sejumlah perusahaan e-commerce. Sejak awal berdirinya, idEA membawa misi memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemanfaatan potensi digital.
Dalam mendukung visi tersebut, keberhasilan asosiasi tentu sangat bergantung pada partisipasi aktif para anggotanya. Keterlibatan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa arah perkembangan industri tetap sejalan dengan kebutuhan pasar, perkembangan teknologi, dan regulasi yang berlaku.
Dengan target jangka panjang menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, asosiasi ini terus membuka ruang bagi anggotanya untuk berkontribusi nyata dalam berbagai kegiatan dan pengambilan kebijakan industri. Terlebih, proyeksi nilai transaksi industri e-commerce yang diperkirakan mencapai 85 hingga 90 miliar dolar AS pada 2025 menjadi indikator penting bahwa sektor ini terus mengalami pertumbuhan signifikan.
Dalam konteks inilah, partisipasi aktif setiap anggota idEA menjadi krusial, termasuk PT Yakin Sukses Indonesia atau Yessindo. Yessindo merupakan salah satu perusahaan yang menunjukkan konsistensi dalam mendukung berbagai program dan aktivitas asosiasi.
Bagi perusahaan yang telah berdiri sejak 2020 ini, keterlibatan di idEA bukan hanya soal eksistensi dalam komunitas digital saja. Direktur Utama PT Yessindo yang juga menjabat sebagai pengurus idEA, Beesokhi Ndruru, S.H mengungkapkan keterlibatan Yessindo di idEA menjadi bagian dari tanggung jawab terhadap pelayanan yang prima dan kepatuhan terhadap regulasi.
"Dengan pendekatan yang adaptif dan komitmen yang kuat terhadap regulasi, Yessindo menjadikan keterlibatannya di idEA sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk tetap relevan dan berdaya saing dalam lanskap digital yang terus berkembang," Beesokhi Ndruru, S.H, Selasa (8/4/2025).
Beesokhi Ndruru, S.H memaparkan bahwa peran asosiasi menjadi semakin strategis di tengah pesatnya pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pelaku industri, regulator, serta penyedia layanan digital untuk menciptakan sistem yang saling terintegrasi dan efisien.
Yessindo sendiri bergerak sebagai distributor dan penyedia kebutuhan umum untuk berbagai sektor, mulai dari rumah sakit, pasar modern, perdagangan umum, hingga perkantoran. "Produk yang kami tawarkan mencakup beragam kategori seperti alat tulis kantor, perlengkapan dapur, kebutuhan kebersihan, hingga barang custom untuk rumah tangga dan usaha," kata Beesokhi Ndruru, S.H.
Baca Juga: Lebih dari 2.000 Artefak Nias Ternyata Tersimpan di Belanda
Perusahaan ini melayani baik skema B to B maupun B to C, dengan kanal distribusi offline dan digital melalui aplikasi gawai. Kehadiran Yessindo di ekosistem e-commerce menjadi bukti bahwa transformasi digital tidak terbatas pada toko daring semata, tetapi mencakup integrasi layanan yang lebih luas.
Artikel Terkait
PSI Surabaya Lepas Peserta Mudik Balik Asyik Gratis Bareng PSI dari Surabaya ke Jakarta
Wow Keren! Jumbo Resmi Jadi Film Animasi Karya Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
Udah Nonton Belum? Simak Sinopsis Film Animasi 'Jumbo' , Raih 1 Juta Penonton
Daftar Lengkap Tarif Impor Trump ke Semua Negara, Kawasan Ini Kena hingga 73 Persen!
Lapas Padangsidimpuan Siapkan Lahan Pertanian Bawang Merah di Area Branggang