Kamis, 4 Juni 2026

Bambang Haryo Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan dan Keberhasilan 100 hari Pemerintahan Presiden Prabowo

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Jumat, 28 Februari 2025 | 15:44 WIB
Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di daerah pemilihannya, Surabaya, Jumat (28/2/2025)  (Nawi)
Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di daerah pemilihannya, Surabaya, Jumat (28/2/2025) (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di daerah pemilihannya, Surabaya, Jumat (28/2/2025)

Acara ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota MPR RI sebagaimana diatur dalam Pasal 5 huruf a dan b, serta Pasal 11 huruf C Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

Baca Juga: Warga Kedurus Butuh Lapangan Sepak Bola dan SMA/SMK Negeri, Cahyo Harjo Siap Kawal Aspirasi

Dalam paparannya, Bambang Haryo menekankan bahwa pemahaman yang kuat terhadap Empat Pilar Kebangsaan sangat penting dalam menjaga persatuan dan stabilitas negara, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Bambang Haryo yang juga merupakan Kapoksi Komisi VII DPR RI menjelaskan peran strategis sektor industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam perekonomian nasional. Ia menekankan bahwa sektor industri memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sekitar 22%, sementara sektor pariwisata menyumbang sekitar 6% pendapatan negara.

Selain itu, UMKM dan ekonomi kreatif memiliki peran krusial dalam penyerapan tenaga kerja. “Sebanyak 97% tenaga kerja di Indonesia berasal dari sektor UMKM dan ekonomi kreatif. Jika sektor ini melemah, tingkat pengangguran akan meningkat drastis. Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan bahwa UMKM terus berkembang dan mendapatkan dukungan yang layak,” ujar Bambang Haryo.

Baca Juga: Reses Cahyo Harjo, Warga Kebraon Keluhkan Minimnya SMA/SMK Negeri dan Fasilitas Rumah Sakit

Bambang Haryo juga memaparkan berbagai kebijakan yang telah dijalankan Presiden Prabowo Subianto dalam 100 hari masa pemerintahannya. Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian adalah program penghapusan utang bagi Petani, Nelayan dan UMKM yang mengalami kesulitan finansial.

“Pak Prabowo sangat peduli terhadap UMKM. Ratusan ribu UMKM yang memiliki utang di bank-bank BUMN akan dibebaskan dari beban tersebut agar mereka bisa kembali bangkit dan berkembang,” kata Bambang Haryo.

Di sektor pertanian, pemerintah telah meningkatkan jumlah pupuk subsidi dari sebelumnya 4 juta ton menjadi 9 juta ton. Dengan adanya peningkatan distribusi pupuk ini, produksi pertanian dalam negeri meningkat dan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor beras.

Baca Juga: Eri Cahyadi Hadiri Retret Akmil, DPRD Surabaya: Keputusan Bijak!

“Jika kita lihat data tahun-tahun sebelumnya, setiap Januari dan Februari Indonesia selalu mengimpor antara 700 ribu hingga 2,7 juta ton beras. Namun, tahun ini impor beras ditutup total berkat kebijakan yang diterapkan oleh Pak Prabowo,” ungkapnya.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menerapkan kebijakan stabilisasi harga gabah dan beras. Harga gabah di tingkat petani tidak boleh turun di bawah Rp6.500 per kilogram, sementara harga jual beras dipatok pada kisaran Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini