NAWACITAPOST.com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), meresmikan tiga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) modern di Provinsi Jawa Timur. TPA tersebut berlokasi di Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Jombang. Peresmian ini menandai langkah signifikan dalam penanganan persoalan sampah yang semakin mendesak.
"Hari ini kita resmikan tiga TPA modern di Provinsi Jawa Timur yang akan membantu
persoalan sampah, yaitu di Kota Malang, di Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Jombang," kata Jokowi, dalam keteranganya, Selasa (19/12/2023).
TPA pertama yang diresmikan adalah TPA Supit Urang di Kota Malang. Proyek ini dibangun dengan anggaran sekitar Rp237 M dan menempati lahan seluas 5.2 hektare dengan kapasitas landfill mencapai 726.000 M3. TPA ini dilengkapi dengan fasilitas pengelolaan sampah modern yang mampu menampung hingga 450 Ton sampah per hari.
Baca Juga: Hukum Wudhu di Toilet, Boleh atau Tidak? Berikut Pandangan Ustadz Adi Hidayat
Sementara itu, TPA Jabon di Kabupaten Sidoarjo, dibangun dengan anggaran sekitar Rp384 M. Dengan luas lahan mencapai 29 Hektare dan kapasitas sebesar 1.650.000 M3, TPA ini juga memiliki daya tampung sampah sebesar 450 Ton perhari.
Kemudian, TPA Banjardowo di Kabupaten Jombang, dibangun dengan biaya sekitar Rp203 miliar di atas lahan seluas 4,45 hektare. Meskipun memiliki daya tampung yang sedikit lebih rendah, yaitu 110 ton per hari, proyek ini juga bertujuan untuk menangani permasalahan sampah secara lebih terstruktur.
"Saya harap, tiga TPA ini dapat mengurangi permasalahan sampah dan mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan kualitas lingkungan, serta kesehatan masyarakat," kata Jokowi.
Baca Juga: Spot Instagramable Saat Rayakan Natal di Pakuwon City Mall Surabaya
Dalam peresmian tersebut, PT PP (Persero) Tbk, kebagian jatah untuk menyelesaikan dua proyek TPA, yaitu TPA Supit Urang dan TPA Jabon. Di luar Jawa, salah satu perusahaan BUMN konstruksi ini juga telah menyelesaikan proyek TPA Sampah Talang Gulo di Kota Jambi.
Direktur Utama PTPP Novel Arsyad menambahkan, pengoperasian TPA ini menggunakan teknologi canggih dari Jerman. Mulai dari proses sorting, composting, dan sanitary landfill, serta sistem pengolahan air lindi yang akan meminimalisir dampak pencemaran air, tanah, dan udara sehingga ramah lingkungan
"Kami optimistis dapat menggarap proyek sejenis ke depannya untuk membantu mengatasi masalah pengelolaan sampah di Indonesia," kata Novel.
Artikel Terkait
Pemprov Banten Turut Tangani Tumpukan Sampah di Pantai Labuan Kabupaten Pandeglang
Pentingnya Revolusi Mental dalam Mengurai Persoalan Sampah
Kreatif! Eren Rivan: Bocil Si Paling Lokal, Ubah Sampah Jadi Cuan
Greenpeace Bikin Parfum Aroma Sampah
Kabupaten Serang Mulai Gunakan Mesin Pengolah Sampah Terpadu