NAWACITApost.com – Yasseng Daeng Rimang dan Jumakka Dang Bate, pasangan suami istri di Desa Tombolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, berhasil meraih kesuksesan sebagai penjual sayur keliling setelah mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Mereka merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH sejak tahun 2015. Saat itu, kondisi ekonomi mereka sangat sulit.
"Saya menerima PKH sejak 2015 sampai sekarang. Kondisi ekonomi saya dulu waktu 2015 agak susah, tidak punya apa-apa. Alhamdulillah, saya (mulai) jual sayuran begitu (setelah) saya terima uang PKH. Saya jual di pasar sampai keliling kampung," ungkap Jumakka dikutip dari video instagram resmi Kementerian Sosial @kemensosri pada Jumat, (08/12/2023).
Penggunaan modal dari bantuan tersebut membawa perubahan besar bagi usaha mereka.
"Karena kalau pagi jualan di pasar, kalau sore keliling pakai motor. Waktu itu pakai motor bisa dapat 100 ribu, 200 ribu. Tapi (setelah usahanya berkembang) bisa pakai mobil bisa dapat 500 ribu sampai 800 ribu," ujar Yasseng.
Keberhasilan mereka tidak hanya tercermin dari perkembangan usaha, tetapi juga dari kemampuan mereka untuk mandiri secara finansial.
Kini, pasangan ini menyatakan kesiapannya untuk keluar dari kepesertaan PKH, menandakan bahwa mereka telah mencapai tingkat kemandirian yang diinginkan.