NAWACITApost.com - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD, blak-blakan menceritakan pengalamannya ditawari posisi cawapres oleh partai tertentu dengan syarat membayar sejumlah uang yang mencapai angka fantastis, Rp 1,6 triliun. Pernyataan tersebut diungkapkannya saat berbicara di acara holaqoh kebangsaan di Pondok Pesantren Mathlaul Anwar, Kabupaten Pandeglang.
“Bapak kalau mau jadi cawapres harus menyediakan uang, untuk saksi (saja) 1,6 triliun. Untuk saksi, belum kampanye belum apa, ya sudah saya enggak mau daftar,” ungkap Mahfud, dikutip Sabtu (2/12/2023).
Mahfud menceritakan momen ketika dirinya ditanya oleh seorang kyai mengenai posisi cawapres yang bukan hasil permintaannya. Ia mengungkap bahwa beberapa tahun lalu, saat para ulama bertanya apakah ia berniat menjadi cawapres, Mahfud menjawab dengan jujur bahwa ia tidak memiliki dana sebanyak itu.
Ia menegaskan bahwa pandangan umum yang mengasosiasikan jabatan cawapres dengan biaya yang fantastis membuatnya merasa sulit untuk melamar posisi tersebut. Sejak saat itu, Mahfud tidak pernah mencoba untuk melamar atau meminta posisi cawapres kepada siapapun karena alasan finansial.
Ia mengungkapkan bahwa ia bahkan tidak berani melamar karena khawatir akan ditanya berapa banyak uang yang dapat ia sediakan untuk mendapatkan posisi tersebut. "Saya gak pernah melamar betul. Bukan tidak mau, tidak pernah, karena tidak berani, kalau melamar lalu ditanya, uangnya berapa?” tutur Mahfud.
Terkait tawaran dari partai tertentu yang menetapkan biaya sejumlah Rp 1,6 triliun, Mahfud menegaskan bahwa ia menolak tawaran tersebut. Meskipun ada tawaran lain dari PDIP untuk mendampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Mahfud terkejut karena tidak diminta membayar "uang politik" yang sebelumnya ia kira akan menjadi syarat yang tak terelakkan.
Bahkan, dalam cerita yang ia sampaikan, Ketua Umum PDIP Megawati mengatakan bahwa perjuangan politik harus bersifat murni tanpa adanya transaksi uang. “Ini perjuangan Pak Mahfud, hukum harus ditegakan, korupsi merajalela, sudah PDIP dan kawan-kawan percaya Pak Mahfud jadi Cawapres, tanda tangan,” kata Mahfud menirukan ucapan Megawati.