Sebanyak 1.686 calon pasien telah terdaftar mengikuti skrining untuk menentukan layak tidaknya mereka untuk menjalani operasi. Di Kabupaten Tulungagung, operasi terhadap 94 pasien yang lolos skrining dilakukan di RSUD dr. Iskak pada Rabu.
Menurut Mensos, Jawa Timur dipilih saat ini karena berdasarkan data Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) kasus katarak di Jawa Timur tergolong tinggi, terutama di daerah pantura dan kawasan pesisir pantai. Diduga paparan matahari di kawasan pantai menjadi salah satu sebabnya, meskipun ada sebab atau faktor lain seperti diabetes, faktor usia, keturunan dan lainnya.
“Bukan cuma Jawa Timur, operasi katarak gratis juga dilakukan setiap bulan secara bergantian di seluruh Indonesia,” kata Mensos Tri Rismaharini.
Operasi katarak gratis ini diselenggarakan Kemensos bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), rumah sakit, serta lembaga sosial seperti SCTV Peduli, Yayasan Peduli Kasih Indosiar serta berbagai lembaga sosial lainnya.
Katarak adalah suatu kondisi ketika lensa mata menjadi keruh dan berkabut sehingga mengganggu penglihatan. Operasi katarak akan mengangkat lensa mata yang keruh tersebut sehingga penglihatan pasien akan jelas dan terang kembali.
Meskipun operasi katarak tergolong operasi ringan, dalam kenyataannya banyak persoalan sosial yang muncul sehingga Kementerian Sosial kemudian turun tangan. Misalnya saja, banyak pengidap katarak yang lokasinya jauh dari perkotaan terutama mereka yang bermukim di luar Jawa. Karena itulah pengidap katarak lebih dulu dibawa ke Balai Kementerian Sosial yang tersebar di berbagai daerah selama beberapa hari, sebelum operasi dilakukan.
“Kemensos membantu mulai dari penjemputan calon pasien, penginapan di Balai Kemensos hingga diantar kembali ke tempat asal,” kata Mensos Tri Rismaharini.