NAWACITAPOST.COM - Ketua DPRD kota Bekasi, Saifuddaulah mengatakan bahwa kasus Stunting harus diperhatikan.
Menurutnya, stunting menjadi ancaman utama terhadap kualitas masyrakat Indonesia. Bukan hanya mengganggu pertumbuhan fisik, anak-anak tapi gangguan perkembangan otak serta kemampuan dan prestasinya di masa depan.
Ketua DPRD Kota Bekasi H. M. Saifuddaulah memaparkan bahwa Kasus stunting lebih berbahaya.
Jadi, anak-anak balita hingga usia 2 tahun yang mengalami perlambatan pertumbuhan sehingga lebih parah dibanding gizi buruk. Padahal generasi muda adalah masa depan bangsa Indonesia.
“Selain itu, anak yang menderita stunting akan memiliki riwayat kesehatan buruk karena daya tahan tubuh yang juga buruk. Stunting juga bisa menurun ke generasi berikutnya bila tidak ditangani dengan serius,” demikian disampaikan Saifuddaulah setelah mengikuti acara pelaksanaan monitoring evaluasi aksi stunting (Moring) di aula Nonon Sonthanie, Gedung Pemkot Bekasi, Kamis (15/6).
Ketua DPRD yang biasa disapa Ustadz Daulah ini mengingatkan stakeholders Kota Bekasi agar terus menurunkan kasus stunting di wilayahnya.
“Meski Kota Bekasi mengalami penurunan, kita harus tetap waspada dan terus menekan angka stunting. Sehingga Kota Bekasi benar-benar zero stunting,” ujar Saifuddaulah. (ADV: Humas DPRD Kota Bekasi)