internasional

Putin Raih Kemenangan Telak dalam Pilpres Rusia 2024

Senin, 18 Maret 2024 | 10:25 WIB
Vladimir Putin. (X)

NAWACITAPOST.COM - Presiden Vladimir Putin kembali memenangkan pemilihan presiden (pilpres) Rusia 2024 dengan hasil yang sangat mengesankan. Komisi Pemilihan Umum Pusat (CEC) Rusia mengumumkan bahwa Putin meraih 87,15% suara hingga saat ini.

Ini menunjukkan dukungan yang besar dari masyarakat Rusia terhadap kepemimpinannya. Pemungutan suara dilakukan selama beberapa hari, dan hingga kini, penghitungan suara sudah mencapai hampir 90%.

Lawan terdekat Putin, Nikolay Kharitonov dari Partai Komunis, hanya meraih 4,2% suara, diikuti oleh Vladislav Davankov dari Partai Rakyat Baru dengan 4% suara, dan Leonid Slutsky dari Partai Demokrat Liberal dengan 3,2% suara.

Baca Juga: Garuda Indonesia dan Citilink Gelar Promo Lebaran ke Jakarta, Potongan Harga Tiket Hingga 75 Persen

Sebelumnya, exit poll juga telah memperkirakan kemenangan Putin dengan perolehan suara sekitar 87,8%. Tingkat partisipasi pemilih dalam pilpres ini juga mencapai 74%, tingkat yang tinggi dalam sejarah pemilihan presiden Rusia.

Meskipun kemenangan Putin telah diprediksi, tetapi pemilihan ini tetap menuai kontroversi. Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Amerika Serikat, mengkritik pemungutan suara tersebut sebagai tidak bebas dan tidak adil, mengingat beberapa lawan politik Putin telah dipenjara dan dicegah mencalonkan diri.

Di sisi lain, pihak oposisi yang dipimpin oleh Alexei Navalny, meskipun telah meninggal di penjara pada bulan Februari 2024, telah menggalang protes melawan Putin dengan meminta warga Rusia untuk ikut serta dalam demonstrasi "Siang Melawan Putin". Ribuan orang berpartisipasi dalam protes tersebut, menunjukkan bahwa masih ada ketegangan politik di Rusia terkait kepemimpinan Putin.

Baca Juga: OPINI: Selamatkan Jokowi atau Selamatkan Negara?

Meskipun demikian, hasil ini membuat Putin memperpanjang masa jabatannya sebagai presiden Rusia dan menjadi pemimpin terlama dalam 200 tahun terakhir, melampaui pemimpin seperti Joseph Stalin.

Putin sendiri telah mengungkapkan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepadanya oleh rakyat Rusia. Dengan hasil ini, Putin kembali mendapatkan mandat kuat untuk melanjutkan kepemimpinannya di Rusia.

Perlu dicatat bahwa Putin telah menjadi presiden Rusia sejak tahun 1999. Pada awalnya, konstitusi Rusia membatasi jabatan presiden hanya untuk dua periode berturut-turut.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Sarman Simanjorang Meraih Kesuksesan dan Utamakan Keluarga

Setelah masa jabatannya berakhir pada tahun 2008, Putin kemudian menjabat sebagai perdana menteri selama beberapa tahun sebelum kembali lagi sebagai presiden pada tahun 2012.

Pada tahun 2020, pemerintah Rusia melakukan amandemen konstitusi yang memungkinkan presiden untuk menjabat hingga dua masa jabatan lagi. Hal ini memungkinkan Putin untuk kembali maju sebagai kandidat presiden pada pemilihan tahun 2024 dan, dengan kemenangannya yang diprediksi, akan memperpanjang masa jabatannya sebagai presiden Rusia.

Halaman:

Tags

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB