NAWACITAPOST.COM — Dalam Forum Lintas Agama G20 atau G20 Interfaith Forum (IF20) yang diadakan di Cape Town, Afrika Selatan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Abdul Mu’ti, mengangkat peran pendidikan dalam membangun karakter dan peradaban bangsa.
Mendikdasmen menekankan salah satu inisiatif Indonesia yaitu Literasi Keagamaan Lintas Budaya, atau LKLB, sebagai pilar vital untuk memperkuat pendidikan karakter dalam masyarakat multikultural dan multiagama.
“Dalam masyarakat multikultural dan multiagama, Literasi Keagamaan Lintas Budaya adalah pilar vital dari pendidikan karakter. LKLB dapat terwujud sejalan dengan nilai-nilai pluralisme positif, toleransi otentik, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” kata Abdul Mu’ti dalam sambutan kunci Sesi Pleno IF20 bertajuk “Education: Leading Human Development Imperatives”, di Cape Town, Selasa (12/8/2025).
Baca Juga: Sambut HUT RI ke-80, Lapas Kelas III Kotanopan Membagikan Sejumlah Bantuan Sosial (Bansos)
IF20 diadakan 11-14 Agustus 2024 di Cape Town di bawah Presidensi G20 Afrika Selatan. Forum ini mengumpulkan para pemimpin agama, organisasi masyarakat sipil, pejabat pemerintah, lembaga multilateral, dan akademisi untuk memberikan rekomendasi solusi kepada negara-negara anggota G20 untuk menghadapi tantangan global mendesak menjelang pelaksanaan KTT G20 pada 22-23 November 2025.
Dari Indonesia, hadir sebagai panelis yaitu Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, dan Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Amin Abdullah, yang menyampaikan tentang program LKLB yang telah melatih lebih dari 10.000 guru berbagai agama dari seluruh Indonesia.
“Program Literasi Keagamaan Lintas Budaya, seperti yang dikembangkan oleh Institut Leimena, adalah pendekatan penting untuk pengembangan karakter generasi muda. Program ini membantu mereka menemukan identitas diri, memahami orang lain, dan berkolaborasi untuk membangun masyarakat yang damai, bahagia, dan sejahtera,” ucap Abdul Mu’ti.
Baca Juga: Dugaan Korupsi DD Dadapan Menguat, Kejari Nganjuk: Status Perkara Naik ke Tahap Penyidikan
Mendikdasmen menjelaskan pemerintah Indonesia memprioritaskan pendidikan karakter generasi muda melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan peran guru, dan pembelajaran mendalam.
"Selaras dengan itu, LKLB bisa memperkuat Kebiasaan Anak Indonesia Hebat khususnya dalam bermasyarakat, karena mengajarkan nilai-nilai toleransi, menghapus perilaku dan sikap memusuhi penganut agama lain, termasuk pelabelan karena perbedaan interpretasi keagamaan," ujarnya.
Abdul Mu'ti mengungkapkan LKLB pada akhirnya menyerukan kerja sama diantara berbagai kelompok agama dan kepercayaan, ras, etnis, serta gender untuk menyelesaikan isu-isu global kemanusiaan seperti perusakan lingkungan, pemanasan global, perubahan iklim, dan menemukan solusi untuk mengakhiri perang antarnegara.
“Melalui kolaborasi lintas negara, lintas budaya, dan lintas agama, kita dapat membesarkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bijaksana dalam kehidupan sosial,” tutur Mendikdasmen.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, mengatakan UNESCO dalam visi pendidikan 2050 “Reimagining Our Futures Together” yang diluncurkan pada 10 November 2021, menegaskan pentingnya pedagogi yang mempromosikan kerja sama dan solidaritas di tengah dunia yang semakin terpecah dan terpolarisasi.