Selasa, 23 Juni 2026

Prancis Ancam Sanksi Turki

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Jumat, 6 November 2020 | 16:17 WIB
NAWACITAPOST- Menteri Luar Negeri Prancis Jean Yves Le Drian mengutuk ungkapan kekerasan yang disampaikan Turki kepada Prancis. Ia pun mengancam akan memberi sanksi terhadap Turki.

"Sekarang ada deklarasi kekerasan, bahkan kebencian yang secara teratur diposting oleh Presiden Erdogan yang tidak dapat diterima," katanya melalui Radio Europe 1, dikutip AFP, Kamis (5/11).

Jean menyebitkan. Dewan Eropa akan mengambil tindakan terhadap deklarasi tersebut. Untuk itu ia memperingatkan agar Turki berupaya menghindari sanksi. "Ada cara menekan (Turki), ada agenda kemungkinan sanksi," ujar dia.
Baca Juga : Ketua Advokat PHLHPN Nurmala C. Ginting Berucap Terima Kasih pada Kapoldasu

Sebelumnya Ankara mengecam upaya Prancis melarang kelompok ultranasionalis, Grey Wolves karena bersekutu dengan Turki. "Kami akan merespons dengan cara sekeras mungkin," ucap Kementerian Luar Negeri Turki.

"(Prancis harus) melindungi kebebasan berkumpul dan berpendapat warga Turki di Prancis," ujarnya.

Menurut dia, bukan hanya Prancis yang menjadi sasaran deklarasi serupa yang diungkap Turki. Ia pun meminta Turki berhenti menggunakan pendekatan kekerasan. Grey Wolves merupakan organisasi gerakan asal Turki yang bersekutu dengan Partai Gerakan Nasional (MHP) dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), yang juga bersekutu dengan Erdogan di parlemen. Organisasi ini dikenal kerap mendukung ide-ide radikal dan penggunaan kekerasan terhadap aktivis haluan politik kiri dan etnis minoritas.

Kabinet Prancis membubarkan cabang lokal kelompok itu secara resmi pada akhir pekan lalu, karena mereka diduga merusak monumen peringatan pembunuhan orang Armenia pada Perang Dunia I.

"(Tindakan tersebut) Memicu kriminalisasi dan kebencian, dan keterlibatan dalam tindakan kekerasan," sebut Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin melalui cuitan di Twitter.

Hubungan Turki dan Prancis kian merenggang, khususnya terkait konflik Suriah-Libya dan perebutan gas alam di Mediterania. Isu sekuler yang belakangan ramai di Prancis mengenai Islam juga menjadi topik yang gencar dikritik Turki. Belakangan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan dunia memboikot produk Prancis setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut Islam sebagai negara dalam krisis.

 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB