Selasa, 16 Juni 2026

Perang Dagang, Ekonomi Singapura Bedampak Negatif

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Jumat, 12 Juli 2019 | 20:25 WIB
Jakarta, NAWACITA - Ekonomi Singapura melambat. Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut hanya tumbuh 3,4 persen pada kuartal II 2019 kemarin.

Angka tersebut tersebut turun tajam jika dibandingkan kuartal I 2019 yang masih bisa mencapai 3,8 persen.

Kementerian perdagangan Singapura menyatakan penurunan tersebut merupakan yang paling dalam sejak krisis ekonomi melanda dunia pada 2009 lalu. Penurunan tersebut juga melebihi perkiraan.


Dikutip CNN Indoneia, Stephen Innes dari Vanguard Markets mengatakan penurunan kinerja ekonomi Singapura tersebut salah satunya disebabkan oleh perang dagang yang saat ini sedang berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

"Perang perdagangan AS-Cina yang sedang berlangsung berdampak negatif pada sektor-sektor utama manufaktur dan ekspor Singapura," kata Stephen Innes dari Vanguard Markets, Jumat (12/7).

Ekonom Maybank Kim Eng Research di Singapura Chua Hak Bin mengatakan Singapura sensitif dengan masalah perang dagang. Sensitifitas tersebut bisa dilihat dari kinerja sektor manufaktur Singapura saat perang dagang terjadi.

Sektor manufaktur utama terpukul keras, menyusut 3,8 persen tahun ke tahun, dibandingkan dengan penurunan 0,4 persen pada kuartal sebelumnya.

"Singapura adalah burung kenari di tambang batu bara, sangat terbuka dan sensitif terhadap perdagangan," katanya.

(ANT)

 

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB