Stockholm, NAWACITA - Ledakan yang diklaim sangat kuat merusak dua blok flat di Kota Linkoping, Swedia selatan, serta melukai banyak orang.
Otoritas keamanan setempat lengkap dengan pasukan penjinak bom langsung diturunkan sebagai tindakan sterilisasi sesudah ledakan.
Independent menulis, setidaknya 25 orang menderita luka-luka kecil dalam ledakan yang terjadi pukul 7 pagi waktu setempat (5:00 GMT), kata polisi.
Penyebab ledakan belum diketahui, bahkan juru bicara kepolisian Bjorn Oberg mengatakan, pihaknya belum memiliki petunjuk atau informasi apapun mengenai teror tersebut.
"Banyak orang berteriak soal ledakan yang sangat kuat menyebabkan sejumlah besar jendela pecah. Tapi untuk saat ini, kami tidak memiliki informasi meyakinkan soal keterkaitan dengan teror. Namun begitu, sejauh ini kami telah dapat mengkonfirmasi bahwa ada sejumlah orang dengan cedera ringan. Dan kami telah menutup area yang luas, beberapa blok," ujar Oberg seperti dilansir Independent, Jumat (7/6/2019).
Sesuai penyelidikan awal, polisi meyakini ledakan terjadi di luar gedung lima lantai dan empat lantai yang rusak.
Sementara itu, saksi Pontus Johansson, seorang insinyur berusia 21 tahun yang tinggal dekat tempat kejadian mengatakan dia sedang mandi ketika mendengar suara keras (ledakan).
"Pertama saya tidak berpikir itu sesuatu yang buruk, kemudian saya melihat jendela tetangga rusak sehingga saya meninggalkan apartemen untuk melihat apa yang terjadi di luar," ujar Johansson.
Puing-puing bangunan yang rusak akibat ledakan berserakan hingga di pinggir jalan. Dan selusin ambulans nampak berbaris menangani korban luka-luka yang akhirnya dibawa ke RS Universitas Linkoping, serta fasilitas medis lainnya di kota, 110 mil barat daya Stockholm.
Sementara itu, Reuters menulis bahwa ledakan Linkoping, Swedia memakan korban 19 orang luka-luka. HIngga saat ini, aparat masih menyelidiki penyebab ledakan disaat sejumlah media mulai menayangkan video yang disebut diambil saat ledakan terjadi.
Editor: Administrator
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Terkini
Sabtu, 18 April 2026 | 11:53 WIB
Kamis, 9 April 2026 | 08:13 WIB
Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 21:18 WIB
Selasa, 7 April 2026 | 10:08 WIB
Senin, 6 April 2026 | 14:46 WIB
Senin, 6 April 2026 | 11:16 WIB
Minggu, 5 April 2026 | 18:37 WIB
Sabtu, 4 April 2026 | 16:06 WIB
Jumat, 3 April 2026 | 13:51 WIB
Selasa, 31 Maret 2026 | 16:17 WIB
Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:27 WIB
Jumat, 13 Maret 2026 | 17:44 WIB
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:57 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 22:09 WIB
Selasa, 10 Maret 2026 | 06:00 WIB
Rabu, 4 Maret 2026 | 21:10 WIB
Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:16 WIB
Senin, 16 Februari 2026 | 15:25 WIB
Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:41 WIB