hukum

Tragedi Cakung: Bayi Perempuan Satu Tahun Meninggal Tak Wajar Diduga Diarsiteki Ayah Tiri

Sabtu, 3 Oktober 2026 | 21:35 WIB
Ilustrasi bayi perempuan berusia 1 tahun yang meninggal dunia setelah diduga dianiaya ayah tirinya di Cakung. (pixabay)

NAWACITAPOST.COM – Nestapa memilukan melanda kawasan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Seorang bayi perempuan yang baru berusia satu tahun mengembuskan napas terakhir secara tidak wajar dengan sekujur tubuh dipenuhi luka, diduga kuat akibat penganiayaan keji yang dilakukan oleh ayah tirinya sendiri, pria berinisial RP (30).

Aksi kelam ini terkuak pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 19.50 WIB, saat Polsek Cakung menerima laporan dari warga mengenai kematian tragis sang balita.
 
Petugas dari Unit Reskrim Polsek Cakung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk menggelar olah fisik awal bersama Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Timur.
 
Baca Juga: Dugaan Bullying Siswa SD di Pemalang, Meninggal Usai Dipukul Kakak Kelas

Dari hasil pemeriksaan intensif di lokasi, petugas menemukan indikasi kuat adanya tindak kekerasan fisik secara brutal sebelum korban tewas. Tubuh mungil yang tak berdaya itu dipenuhi tanda-tanda penganiayaan berat.

Kapolsek Cakung Kompol Andre Try Putra mengonfirmasi bahwa hasil pemeriksaan medis dan identifikasi awal menguatkan dugaan adanya tindak kejahatan terhadap balita tersebut.

“Dan dari hasil pengecekan oleh Tim Iden Polres Jaktim ditemukan luka lebam pada mata sebelah kiri, dan luka lebam sebelah kiri serta mengeluarkan darah,” kata Andre dalam keterangannya dikutip Sabtu (3/10/2026).

Sebelum fakta mengerikan itu terbongkar, terduga pelaku sempat bersandiwara untuk menutupi perbuatannya. RP berpura-pura panik sembari membopong tubuh kaku korban yang tak lagi bernyawa.
 
Dengan derai air mata buaya, ia berteriak meminta pertolongan warga sekitar untuk mengantarkan anak tirinya ke rumah sakit dengan dalih korban mendadak mengalami muntah-muntah parah.
 
Baca Juga: Estafet Diplomasi: Eks Wamenlu Dino Patti Djalal Soroti Karpet Merah Menlu Arrmanatha Nasir

Namun, skenario fiktif tersebut seketika runtuh. Rasa curiga menyeruak ketika seorang warga yang berada di lokasi memeriksa secara teliti kondisi fisik sang bayi.
 
Wajah mungil korban tampak memar kebiruan dan babak belur, jauh dari wajar untuk seorang anak yang hanya mengalami gangguan pencernaan atau sakit biasa.

Saat saksi mencecar RP mengenai asal-usul luka memar yang mengerikan di wajah dan tubuh korban, ayah tiri tersebut panik dan memberikan bualan berbelit-belit.
 
Kepada saksi dan petugas, RP sempat mengklaim bahwa luka-luka lebam parah serta pendarahan tersebut terjadi lantaran sang bayi tertimpa kipas angin di dalam rumah.

Kebohongan yang tak masuk akal itu mendorong warga menyerahkan RP ke pihak kepolisian. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengamankan terduga pelaku ke Mapolsek Cakung guna mengantisipasi amuk massa sekaligus memproses hukum kasus penganiayaan balita ini.
 
Baca Juga: Benteng Perbatasan Kokoh: Bea Cukai Entikong Gagalkan Penyelundupan 13,3 Kilogram Sabu

Saat ini, terduga pelaku RP telah mendekam di sel tahanan Polsek Cakung untuk menjalani pemeriksaan maraton.
 
Penyidik Unit Reskrim terus menginterogasi pelaku dan menggali keterangan dari para saksi guna membongkar motif mendasar di balik aksi penganiayaan berdarah dingin yang merenggut nyawa balita tak berdosa tersebut.

Tags

Terkini