hukum

Dijanjikan Emas dari Amerika, Perempuan di Surabaya Tertipu Love Scam Rp6,3 Juta

Rabu, 30 September 2026 | 14:26 WIB
Terbuai Cinta Duda Amerika, Perempuan di Surabaya Tertipu Paket Emas Rp6,3 Juta

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM - Janji hadiah perhiasan emas dari seorang duda yang mengaku tinggal di Amerika Serikat justru menjadi awal petaka bagi Tutik Hermin Handiyah alias Azizeh. Terbuai hubungan asmara yang dijalin melalui media sosial, perempuan tersebut menjadi korban penipuan bermodus love scam hingga kehilangan uang Rp6,3 juta.

Kasus penipuan berkedok asmara itu menyeret Kojo Kelvin Prince dan Lilik Nur Hamidah Asmarani ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Keduanya didakwa terlibat dalam penipuan dengan modus pengiriman paket hadiah emas dari Amerika Serikat.

Modus tersebut terungkap dalam sidang pembacaan dakwaan yang dipimpin jaksa penuntut umum (JPU) Suwarti dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Selasa (29/9/2026).

Dalam surat dakwaan, JPU mengungkapkan bahwa aksi penipuan itu dilakukan bersama dua orang lainnya, yakni Marcello dan Bitter Kola. Keduanya hingga kini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Kasus ini bermula sekitar November atau Desember 2025. Saat itu, Marcello menggunakan akun TikTok bernama KEMAL ZA13200 untuk mencari calon korban. Ia kemudian menemukan akun milik Tutik dan mulai menjalin komunikasi.

Marcello selanjutnya menghubungi korban melalui TikTok sebelum melanjutkan percakapan lewat WhatsApp. Kepada Tutik, ia mengaku bernama Haji Kamal Zaki, seorang duda yang bekerja dan menetap di Amerika Serikat serta memiliki seorang anak perempuan.

Komunikasi yang intens membuat keduanya semakin dekat hingga terjalin hubungan asmara.

"Selanjutnya antara Marcello dengan Tutik Hermin Handiyah alias Azizeh terjalin hubungan asmara," kata JPU Suwarti saat membacakan dakwaan.

Setelah mendapatkan kepercayaan korban, Marcello mulai melancarkan aksinya. Ia menjanjikan hadiah ulang tahun berupa perhiasan emas yang diklaim akan dikirim langsung dari Amerika Serikat.

Tutik yang percaya dengan janji tersebut kemudian memberikan nama dan alamat lengkap untuk pengiriman paket.

Namun, hadiah yang dijanjikan justru menjadi pintu masuk bagi para pelaku untuk menguras uang korban.

Data pribadi Tutik kemudian diserahkan Marcello kepada Kojo Kelvin Prince. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada Lilik Nur Hamidah Asmarani.

Lilik kemudian menghubungi korban melalui WhatsApp dengan menyamar sebagai petugas perusahaan logistik. Untuk meyakinkan Tutik, ia menggunakan foto profil bertuliskan TRANS LOGISTIK.

Dengan mengatasnamakan petugas pengiriman, Lilik mengabarkan bahwa paket hadiah dari Haji Kamal Zaki mengalami kendala. Korban kemudian diminta mentransfer sejumlah uang dengan alasan biaya pengiriman dan pengurusan paket.

Halaman:

Terkini