hukum

Polda Jatim Petakan Kerawanan Destinasi Wisata, Risk Assessment Ungkap Titik Rawan di Bromo hingga Pantai Situbondo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Surabaya, NAWACITAPOST.COM - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jawa Timur secara intensif melakukan pemetaan dan penilaian risiko (risk assessment) di sejumlah destinasi wisata unggulan di berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menciptakan kawasan wisata yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Tim risk assessment yang dipimpin Kasubdit VIP Ditpamobvit Polda Jatim, AKBP Mohammad Sinwan, melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem keamanan, fasilitas keselamatan, hingga tata kelola kawasan wisata. Beberapa lokasi yang telah menjadi sasaran penilaian antara lain Bee Jay Bakau Resort di Probolinggo, Pantai Utama Raya Situbondo, serta sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi, Bondowoso, Magetan, dan daerah lainnya.

AKBP Mohammad Sinwan mengatakan hasil penilaian tidak hanya memetakan potensi kerawanan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang dapat segera diterapkan oleh pengelola objek wisata.

"Produk yang kami buat dikemas dalam bentuk saran dan rekomendasi konkret kepada pihak pengelola," ujar AKBP Mohammad Sinwan saat meninjau lokasi wisata di Situbondo, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan di sejumlah lokasi masih ditemukan beberapa titik yang perlu mendapat perhatian serius demi meningkatkan keselamatan pengunjung.
"Ada beberapa lokasi wisata yang perlu diperbaiki untuk keselamatan pengunjung dan sudah kami imbau kepada pihak pengelola," katanya.

Salah satu temuan penting adalah penataan kantong parkir yang belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan pada jalur evakuasi maupun akses utama kawasan wisata. Selain itu, tim juga merekomendasikan penambahan kamera CCTV di sejumlah titik yang masih menjadi blind spot agar pengawasan terhadap aktivitas pengunjung semakin maksimal.

"Ada penataan kantong parkir yang belum rapi dan berpotensi memicu kemacetan di jalur evakuasi atau akses utama," jelas AKBP Sinwan.

Selain fokus pada infrastruktur dan sistem keamanan, Ditpamobvit Polda Jatim juga memetakan kawasan wisata yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam cukup tinggi. Beberapa wilayah yang menjadi perhatian di antaranya kawasan Gunung Semeru, Gunung Bromo, Pacet Mojokerto, hingga Malang Raya yang memiliki potensi tanah longsor maupun kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalur yang ekstrem.

"Wilayah-wilayah tersebut diprediksi memiliki potensi kerawanan berupa tanah longsor dan kecelakaan lalu lintas akibat jalur yang ekstrem," ungkap AKBP Sinwan.

Berdasarkan hasil risk assessment tersebut, Polda Jatim memberikan sejumlah rekomendasi kepada pengelola wisata untuk segera melakukan pembenahan fasilitas keselamatan, memperkuat sistem pengawasan, dan meningkatkan manajemen kawasan. Langkah ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya Sapta Pesona pariwisata sehingga destinasi wisata di Jawa Timur semakin aman, nyaman, dan diminati wisatawan.

Polda Jatim juga mengimbau masyarakat yang akan berwisata agar selalu memperbarui informasi kondisi cuaca, memahami karakteristik lokasi tujuan, mematuhi rambu keselamatan, serta menghindari perjalanan apabila cuaca buruk atau kapasitas objek wisata telah melebihi batas yang ditentukan. (ibank)

Terkini

Eri-Armuji Digugat Pemilik Ruko Krukah Rp25 Miliar

Senin, 10 Agustus 2026 | 19:27 WIB