NAWACITAPOST.COM — Tabir gelap kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, tampaknya mulai melebar ke wilayah tetangga. Drama penegakan hukum kembali tersaji saat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara mengejutkan menggebrak Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Senin (18/5/2026) sore.
Sebuah rumah mewah bercat cokelat di Dusun Krajan, Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan, mendadak dikepung petugas. Rumah tersebut diketahui milik seorang pengusaha perempuan ternama asal Pacitan berinisial CM alias Citra Margaretha.
Dua Innova Hitam dan Penggeledahan Senyap
Sore yang tenang di Desa Bangunsari mendadak tegang ketika dua unit mobil Toyota Innova hitam merapat ke halaman kediaman mewah milik Citra. Sejumlah penyidik antirasuah turun dengan langkah taktis, langsung merangsek masuk ke dalam rumah untuk melakukan penggeledahan intensif.
Baca Juga: Air Mata Nganjuk dan Kehadiran Presiden: Museum Marsinah Resmi Berdiri!
Petugas menyisir setiap sudut ruangan demi memburu dokumen krusial, aset, dan barang bukti elektronik yang diduga kuat berkaitan dengan pusaran kasus rasuah sang bupati.
Memburu Aliran Dana dan Misteri "Sponsor" Politik
Langkah agresif KPK di Pacitan ini bukan tanpa alasan. Nama Citra Margaretha belakangan memang santer disebut-sebut dalam pusaran kasus yang kini tengah bergulir di meja hijau persidangan tersebut. Pengusaha perempuan ini bahkan sebelumnya sudah pernah dipanggil sebagai saksi oleh penyidik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KPK tengah membidik dua klaster krusial:
- Jual Beli Jabatan: Dugaan penerimaan hadiah, janji, atau gratifikasi terkait pengurusan jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
- Aliran Dana Politik: Citra Margaretha diduga kuat menjadi salah satu pihak swasta yang bertindak sebagai penyokong dana (bohir) politik bagi Sugiri Sancoko.
"KPK kini tengah menelusuri secara mendalam hubungan gelap antara pihak swasta, aliran dana panas, dan kompromi jabatan yang melibatkan kepala daerah."
Baca Juga: Prabowo: Kalau Bangsa Ini Lapar, Saya yang Bertanggung Jawab!
KPK Masih Main "Kucing-Kucingan"?
Meski aktivitas di lapangan sudah sangat jelas, pihak berwenang tampaknya masih memilih untuk bergerak dalam senyap. Saat dikonfirmasi mengenai penggeledahan dramatis ini, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, masih enggan membeberkan detail hasil operasi.
"Sampai saat ini belum ada informasi tersebut, Mas," ujar Budi singkat melalui pesan WhatsApp.
Sikap irit bicara dari lembaga antirasuah ini justru semakin menambah aroma misteri. Apakah penggeledahan di Pacitan ini akan menjadi kunci pembuka kotak pandora yang akan menyeret tersangka-tersangka baru dari kalangan borjuis dan pejabat? Kita tunggu episode berikutnya dari panggung pemberantasan korupsi ini.(esp)