Baca Juga: 100 Hari Pertama, Gus Mensos dan Wamensos Akan Perbaiki Tata Kelola LKS
Selanjutnya, Kemensos akan memberikan layanan dukungan psikososial (LDP) untuk membantu pemulihan mental para pengungsi.
Sekadar diketahui, erupsi besar Gunung Lewotobi Laki-laki terjadi pada 3 November 2024 pukul 23.57 WITA. Letusan kali ini mengakibatkan peningkatan status gunung dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas).
Bupati Flores Timur telah menetapkan status tanggap darurat selama 58 hari, terhitung sejak 4 November hingga 31 Desember 2024.
Letusan kali ini membuat tujuh desa di Kecamatan Wulanggitang dan satu desa di Kecamatan Ilebura terdampak parah.
Korban jiwa tercatat sebanyak 10 orang, 63 orang mengalami luka-luka, dengan rincian 31 orang mengalami luka berat dan 32 orang mengalami luka ringan.
Sebanyak 2.472 orang mengungsi ke tiga titik pengungsian terpusat, yakni di Desa Konga yang menampung 1.219 orang, Desa Bokang dengan 606 pengungsi, dan Hokeng dengan 647 pengungsi.
Selain pengungsian terpusat, terdapat juga pengungsian mandiri di rumah-rumah warga sekitar, yang jumlahnya masih dalam proses pendataan. Kerusakan bangunan akibat erupsi ini juga sedang didata oleh Kemensos.
Artikel Terkait
Di Hadapan Ribuan Pilar Sosial Jawa Timur, Gus Mensos: Wujudkan Perlindungan Sosial Sepanjang Hayat
Mensos Saifullah Yusuf: Tagana Menjadi Ujung Tombak Memberi Bantuan ke Korban Bencana
100 Hari Pertama, Gus Mensos dan Wamensos Akan Perbaiki Tata Kelola LKS
Perbaikan DTKS Jadi Prioritas 100 Hari Kerja Gus Mensos dan Wamensos
Kunjungi Semarang, Gus Mensos Minta Masyarakat dan Pemda Ikut Perkuat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial