Ketika membuka acara, Kakanwil Harun mengatakan SAKTI adalah singkatan dari Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi yang digunakan sebagai sarana bagi satuan kerja dalam mendukung implementasi SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) untuk melakukan pengelolaan keuangan yang meliputi tahap perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran.
Baca Juga : Sepakat Tingkatkan Kerja Sama, PM Inggris Siap Dukung Transisi Ekonomi Tanah Air
Sebelum adanya SAKTI, ada banyak aplikasi yang digunakan satuan kerja pengelola APBN. Aplikasi tersebut saling berkaitan namun belum terintegrasi sehingga masih diperlukan pengiriman data antar aplikasi menggunakan ADK (Arsip data komputer). Dengan adanya aplikasi SAKTI terjadi penyederhanaan dalam satu aplikasi sehingga mempermudah dalam pengelolaan perbendaharaan.
Baca Juga: Meresahkan ! Kemenkumham Sumut Bahas Penyalahgunaan Narkoba di Lingkungan Kampus Bersama BNN
Lebih lanjut Harun mengatakan bahwa pelatihan aplikasi SAKTI ini dimaksudkan agar setiap peserta yang merupakan user/operator perbendaharaan dapat memiliki pengalaman dalam mengoperasikan aplikasi SAKTI secara penuh pada tahun 2022 mendatang.
Harun mengungkapkan bahwa pada tahun 2020, Kanwil Sulsel meraih peringkat pertama IKPA (indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran ) antar kanwil se-Indonesia. Untuk itu, Harun berpesan kepada peserta agar dapat mempertahankan IKPA seperti tahun lalu.
Narasumber dalam kegiatan tsb Kepala KPPN Makassar II Adi Setiawan beserta tim Trainer yakni Wahyu Dwi Aryadi, Nur Hasnah, Rusli D, dan Aprilia Nurqibtiah. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Divisi Administrasi Sirajuddin, Kepala Seksi Manajemen dan Kepatuhan Internal KPPN Ribut Santosa. (Kornelius Wau)
Simak informasi menarik lainnya di NAWACITA TV
https://youtu.be/RUj9Ue4pMwE