Minggu, 19 Juli 2026

Korban Mafia Tanah, 7 Perwakilan Warga Sulut Datangi Kementerian BPN-ATR untuk Mencari Keadilan

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Kamis, 30 Mei 2024 | 09:38 WIB
 7 Perwakilan Warga Sulut Datangi Kementerian BPN-ATR  (Dok. Hans Montolalu)
7 Perwakilan Warga Sulut Datangi Kementerian BPN-ATR (Dok. Hans Montolalu)

"Gara-gara ulah mafia tanah, anak saya sampai dianiaya oleh satpol pp Kota Manado. Anak saya sampai mengalami pembengkakan otak dan pembengkakan tulang belakang," ucapnya.

Apa yang dialami sang anak sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, namun peristiwa dari dua tahun lalu sampai hari ini belum ada titik terang untuk penyelesaiannya.

"Sampai detik ini belum ada titik terangkarena berkas perkara itu (seperti) masih jadi bola dari kejaksaan negeri Manado ke Polresta. Sudah hampir dua tahun ini masih belum ada penyelesaian," ungkapnya.

Ketujuh warga asal Sulut ini sangat mengharapkan Menteri AHY mau menerima dan menemui mereka. Alih-alih bisa mengadukan persoalan yang dihadapi, baru sampai di depan gerbang kementerian, mereka tak diijinkan masuk dan kecewa.

"Sampai di sini (Jakarta), sepertinya BPN di Manado dan Pusat kurang lebih sama. Coba bayangkan, kita dari jauh dari Manado datang ke kantor kementerian (BPN-ATR) tapi baru sampai di sini (gerbang) pintunya langsung cepat-cepat ditutup," ucap Meykel.

"Mana pak AHY yang menyatakan gebuk-gebuk mafia tanah, presiden Kapolri menyatakan berantas mafia tanah. Sekarang kami sudah di sini, kami mohon tolong tanggapi kami," pinta Meykel mewakili yang lain. 

Halaman:

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pria Meninggal Mengapung di Sungai Siak

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB