Kamis, 4 Juni 2026

Kadri Mohamad Gandeng Lilo Kla Project Daur Ulang Lagu Karmila

Photo Author
Bung Zega, Nawacita Post
- Rabu, 3 Juli 2024 | 09:20 WIB
Kadri Mohamad mendaur ulang lagu Karmila (Foto: dok)
Kadri Mohamad mendaur ulang lagu Karmila (Foto: dok)

 

NAWACITAPOST.COM - Penyanyi senior Kadri Mohamad kembali ke dunia musik dengan proyek yang menghebohkan. Kadri memutuskan untuk mendaur ulang lagu legendaris "Karmila," yang dulu dipopulerkan oleh Farid Hardja.

Untuk proyek ini, Kadri bekerja sama dengan Lilo dari Kla Project, menghadirkan sentuhan modern pada lagu yang terkenal di era 1980 hingga 1990-an tersebut.

Ide untuk menyanyikan ulang lagu ini sebenarnya sudah tercetus sejak satu dekade silam. Kini, perilisan lagu ini menjadi bagian dari proyek besar yang diproduseri oleh Lilo.

"Saya menerjemahkan aransemen 'Karmila' lewat bahasa jelajah masa lalu dan pendekatan musik modern. Kadri menjadi artis pertama untuk Program dan Album Lilo The Producer yang saya sedang garap," ujar Lilo.

Menurut Lilo, proyek ini bertujuan agar generasi sekarang bisa merespons lagu ini dengan mudah.

Baca Juga: Sukses di Film 'Ipar Adalah Maut', Ini 5 Film Yang Dibintangi Oleh Deva Mahenra, Sudah Nonton?

"Sebuah anthem cinta beda usia yang unik menjadi salah satu karya terbaik dari Farid Hardja," lanjutnya.

Kadri juga berharap bahwa anak-anak muda zaman sekarang dapat mengenal lagu-lagu hits lampau seperti "Karmila".

Oleh karena itu, Kadri sengaja menampilkan video musik yang penuh warna agar menarik perhatian Gen Z.

"Saya sudah membentuk band Kadri Karmila yang melibatkan anak-anak Gen Z berkualitas dan akan tampil meriah dalam musik, gaya, dan fashion," kata Kadri, yang dikenal dengan julukan The Singing Lawyer karena profesinya sebagai pengacara.

Lagu "Karmila" dirilis di bawah naungan label Nagaswara. Bos Nagaswara, Rahayu Kertawiguna, langsung tertarik dengan proyek ini karena memiliki sesuatu yang berbeda dari katalog artis lainnya.

Baca Juga: Gegara Ini Deva Mahenra Pemeran Aris di Film 'Ipar Adalah Maut di Cap Red Flag

"Saya tertarik karena ada sesuatu yang beda dari yang lain. Musiknya beda dari yang lain dan lebih hidup dari sound aslinya. Saya membayangkan dua jawara jadi satu, gimana hasilnya. Jawara dalam arti mereka menguasai bidangnya masing-masing, yang satu vokalnya unik, yang satu lagi musiknya unik," kata Rahayu Kertawiguna.

Halaman:

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini