Jumat, 5 Juni 2026

Hadirkan Mini Theater Perpustakaan, Disarpus Majalengka Akui Pengunjung Semakin Membludak

Photo Author
Nurjayakbe, Nawacita Post
- Selasa, 11 Maret 2025 | 15:51 WIB
Caption : Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Majalengka saat menunjukkan mini teater perpustakaan
Caption : Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Majalengka saat menunjukkan mini teater perpustakaan

Karawang, NAWACITAPOST.COM - Peningkatan Budaya membaca di Kabupaten Majalengka terus menunjukkan adanya perkembangan pesat.

Hal itu Berdasarkan Kajian Gemar Membaca (TGM) tahun 2024, Majalengka mencatat nilai 78,51, menempatkannya dalam kategori tinggi di Provinsi Jawa Barat.

Saat ditemui, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Majalengka, Gun Gun Mochamad Dharmadi, dia menyampaikan bahwa budaya membaca masyarakat Majalengka tergolong tinggi.

"Rata-rata masyarakat membaca buku selama 2 hingga 2 jam 59 menit per hari, dengan frekuensi lebih dari 6 kali seminggu. Jumlah bahan bacaan 79,97. Rata-rata jumlah bahan bacaan yang dibaca per tiga bulan yaitu 5-6 bahan bacaan," ungkap Gun Gun, Selasa (11/03/2025).

Selain itu, akses internet juga turut mendorong minat baca, dengan frekuensi pencarian informasi digital mencapai lebih dari 6 kali per minggu. "Frekuensi Akses Internet 86,08,. Durasi akses internet 69,56," ucapnya.

Mini Teater Inovasi Disarpus Majalengka Dorong Literasi Digital

Tidak hanya memanfaatkan koleksi buku fisik, perpustakaan Majalengka juga memiliki layanan perpustakaan digital melalui platform EPUJA (Elektronik Pustaka Jabar). Layanan ini memungkinkan masyarakat membaca buku secara digital hanya dengan mendaftar akun.

"Masyarakat sekarang bisa membaca buku tanpa harus datang ke perpustakaan. Dengan EPUJA, siapa saja bisa mengakses buku digital dengan mudah. Tapi tetap saja, daya tarik bioskop mini membuat pengunjung betah di perpustakaan," ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kabid Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Majalengka, Agus Mulyanto menjelaskan, sejak adanya mini Teater, jumlah pengunjung perpustakaan meningkat hingga 60 persen.

"Sebelumnya, kunjungan ke perpustakaan cenderung biasa saja. Tapi setelah ada bioskop mini, anak-anak dari SD hingga SMA saling mengajak untuk datang ke perpustakaan. Bahkan, mereka antusias membicarakan pengalaman menonton di sini. Ini membuat perpustakaan semakin hidup," tegasnya.

Tercatat, jumlah kunjungan ke perpustakaan pada Februari 2025 mencapai 3.765 orang, naik signifikan dibanding Januari yang hanya 2.548 orang. Mini bioskop atau teater minni ini menjadi magnet utama, menayangkan film edukatif sesuai jenjang usia.

Untuk TK, film yang diputar berupa animasi; SD mendapatkan tayangan sejarah; SMP disuguhkan cerita inspiratif; sedangkan SMA dan masyarakat umum mendapatkan film-film berbasis ilmu pengetahuan dan dokumenter.

"Intinya film-filmnya terkait pendidikan dan literasi positif dan menarik," ujarnya.

Melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, perpustakaan Majalengka berencana memperluas kapasitas bioskop mini. Saat ini, ruang yang tersedia hanya dapat menampung sekitar 38 orang, sehingga sering terjadi antrean panjang. Dalam waktu dekat, ruangan akan diperbesar agar mampu menampung hingga 50 orang per sesi.

Halaman:

Editor: Nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini