NAWACITApost.com - Sebaliknya, jika tidak dilakukan dengan tepat, diet telur rebus justru berisiko menyebabkan malnutrisi.
Hal ini dikarenakan diet telur rebus adalah salah satu pola diet yang tergolong ketat sehingga diet ini tidak dianjurkan untuk dilakukan dalam jangka panjang (tidak lebih dari 2 minggu).
Selain itu, dilansir dari Journal of Bone and Mineral Metabolism, diet ketat yang dilakukan dalam jangka panjang juga berisiko menurunkan tingkat kepadatan tulang sehingga berpotensi menyebabkan pengeroposan tulang dan mudah retak atau patah.
Bahkan, pada kasus yang lebih serius, diet telur rebus yang dilakukan tanpa memperhatikan rekomendasi asupan serat dan karbohidrat harian justru bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan sistem pencernaan hingga penyakit kardiovaskular.
(sumber: Siiloam Hospitals)