NAWACITApost.com – Virus Nipah tengah menjadi perhatian setelah dua orang meninggal di Kerala, India, akibat infeksi virus ini. Adanya hal ini beberapa sekolah terpaksa tutup, dan ratusan orang harus menjalani tes. Lalu apa sebenarnya Virus Nipah tersebut?
Mengutip dari laman resmi Infeksi Emerging Kemenkes, Virus Nipah atau NiV termasuk dalam dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.
Selain itu, Virus Nipah adalah virus zoonosis (virus yang ditularkan dari hewan ke manusia) dan juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi atau secara langsung di antara manusia.
Pada orang yang terinfeksi, virus ini menyebabkan berbagai penyakit mulai dari infeksi tanpa gejala (subklinis) hingga penyakit pernapasan akut dan ensefalitis yang fatal.
Sebelumnya, wabah pertama virus nipah diketahui di Malaysia, yang juga mempengaruhi Singapura, sebagian besar infeksi pada manusia disebabkan oleh kontak langsung dengan babi yang sakit atau jaringannya yang terkontaminasi. Penularan diperkirakan terjadi melalui paparan sekresi babi yang tidak terlindungi, atau kontak tanpa pelindung dengan jaringan hewan yang sakit.
Dilansir dari situs resmi World Health Organization (WHO) berikut ini sederet fakta- fakta virus nipah yaitu:
- Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai presentasi klinis, mulai dari infeksi tanpa gejala (subklinis) hingga infeksi saluran pernapasan akut dan ensefalitis yang fatal.
- Tingkat kematian kasus diperkirakan mencapai 40% hingga 75%. Angka ini dapat bervariasi dari satu wabah ke wabah lainnya, tergantung pada kemampuan lokal untuk melakukan surveilans epidemiologi dan manajemen klinis.
- Virus Nipah dapat ditularkan ke manusia dari hewan (seperti kelelawar atau babi), atau makanan yang terkontaminasi dan juga dapat ditularkan secara langsung dari manusia ke manusia. Kelelawar buah dari keluarga Pteropodidae adalah inang alami virus Nipah.
- Tidak ada pengobatan atau vaksin yang tersedia untuk manusia atau hewan. Pengobatan utama untuk manusia adalah perawatan suportif.