Kamis, 4 Juni 2026

Peneliti: Bumi Kekurangan Nitrogen Akibat Perubahan Iklim

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Selasa, 26 April 2022 | 14:08 WIB

Jakarta, Nawacitapost.com - Nitrogen sangat penting bagi kehidupan di muka bumi. 78 persen udara yang kita hirup sehari-hari berisi nitrogen. Ini juga unsur utama penyusun protein, dan terkandung dalam pupuk yang akan menghasilkan sumber makanan bagi makhluk hidup.

Namun, para ilmuwan telah memperhatikan penurunan kadar nitrogen yang cukup mengkhawatirkan selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan ringkasan tinjauan yang terbit di jurnal Science, fenomena ini disebabkan oleh perubahan iklim akibat ulah manusia dan berpotensi memiliki “konsekuensi yang luas”.

Dipelopori peneliti senior Andrew Elmore, profesor ekologi lanskap di prodi Ilmu Lingkungan University of Maryland dan National Socio-Environmental Synthesis Center (SESYNC), makalahnya mengumpulkan banyak bukti yang menunjukkan terjadinya kekurangan nitrogen di seluruh dunia dan implikasi potensialnya.

Rachel Mason selaku penulis utama makalah tersebut menyebut, tren ini sudah lama menjadi perhatian di berbagai kalangan ilmuwan. “Kami telah melihat buktinya di berbagai eksperimen dan bidang ilmiah.”

Sayangnya, kesadaran akan menurunnya ketersediaan nitrogen dibayangi oleh upaya mengatasi masalah yang berlawanan: polusi nitrogen antropogenik yang berlebihan. Jumlah nitrogen reaktif yang dihasilkan melalui aktivitas industri dan pertanian berlipat ganda, dan pelepasannya dapat menyebabkan masalah lingkungan, seperti meningkatnya zona mati (kawasan yang kekurangan kadar oksigen), pertumbuhan alga berbahaya dan mengurangi keanekaragaman hayati.

Sebagian besar upaya mitigasi yang dilakukan selama ini berfokus menurunkan kelebihan nitrogen di sejumlah ekosistem, sedangkan makalah terbaru bertujuan meningkatkan kesadaran mengenai berkurangnya pasokan nitrogen yang berperan penting.

Ada banyak pertanyaan seputar tren terbalik ini, tapi yang pasti masalahnya terkait dengan ketergantungan manusia terhadap bahan bakar fosil. Aktivitas manusia berkontribusi pada pelepasan gas rumah kaca, yang dapat meningkatkan kadar karbon dioksida (CO2) di atmosfer hingga titik tertinggi dalam jutaan tahun.

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini