Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Pandemi Covid-19 belum usai, kini terdapat studi terbaru menemukan potensi kembalinya wabah virus Zika. Virus ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegpti dan sempat menjadi ancaman dunia pada tahun 2016 karena bisa menimbulkan kecacatan otak pada bayi baru lahir.
Ilmuan Amerika Serikat melaporkan dalam jurnal Cell Reports bahwa Virus Zika tampak mudah bermutasi, menimbulkan varian baru. Dunia dihimbau waspada karea bisa jadi varian tersebut akan menjdi ancaman.
Dalam eksperimen di laboratorium peneliti membuktikan virus Zika mengalami mutasi saat berpindah antara sel nyamuk dan tikus. Hal ini membuat virus memiliki kemampuan menghindari imunitas, bahkan pada hewan yang sudah memiliki antibodi dari infeksi virus serupa.
“Virus Zika yang kita kenali sudah berevolusi mencapai titik imunitas silang dari infeksi demam berdarah sudah tidak efektif lagi pada tikus,” kata pemimpin studi Sujan Shrenta yang dikutip dari BBC.
Virus zika bisa menjadi membahayakan bayi jika menginfeksi ibu hamil karena dapat menimbulkan mikrosefali (keadanaan kepala lebih kecil dari normal) dan kerusakan jaringan otak.
Sementara pada orang dewasa efek yang ditimbulkan cenderung ringan menimbulkan gejala demam, radang, dan nyeri sendi.