Kamis, 4 Juni 2026

Kecanduan Video Game Termasuk Penyakit Modern

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Sabtu, 1 Juni 2019 | 09:01 WIB
Jakarta, NAWACITA – Menurut WHO Video game sekarang ini bukan jadi barang aneh untuk anak-anak dan dewasa. Sekali main video game, anak-anak pasti akan susah berhenti. WHO telah secara resmi memasukkan gangguan bermain game sebagai salah satu kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis secara medis. Keputusan ini dituangkan dalam International Classification of Diseases edisi terbaru atau ICD-11.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) mencantumkan bahwa kecanduan video game resmi dimasukkan ke dalam penyakit modern. Tahun lalu, WHO baru melakukan voting untuk memasukkan kecanduan video game ke dalam daftar tersebut.

Kecanduan video game ini sebelumnya dimasukkan ke dalam draft International Classification of Diseases (ICD).

Mengutip Time, menurut perwakilan WHO Tarik Jasarevic, langkah tersebut "didasari atas peninjauan terhadap sejumlah bukti yang ada" dan mempertimbangkan persetujuan umum para ahli di seluruh dunia yang menyatakan bahwa "pola perilaku main game ditandai dengan gangguan kontrol, "menomorsatukan game dibanding tanggung jawab yang lain dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sekolah dan bekerja dan memenuhi janji-janji sosial.

Menurut para ahli WHO yang menganalisis studi tentang perilaku bermain game, penggunaan game oleh orang-orang berbeda dengan penggunaan internet, media sosial, perjudian daring, dan belanja online. dikutip dari CNNindonesia, tutur para Ahli WHO dunia.

Tidak ada data yang cukup, kata mereka, untuk menunjukkan bahwa ketergantungan orang pada hal-hal itu adalah "perilaku kecanduan" seperti permainan.

Dari definisi baru, perilaku bermain game berubah menjadi penyakit ketika si pemain lebih mengutamakan game daripada kegiatan sehari-hari lainnya, dan mulai merusak hubungan seseorang, sekolah atau tanggung jawab pekerjaan selama setidaknya satu tahun.

Namun, tidak semua pakar perilaku sepakat bahwa main game cukup berbeda dari perilaku berbasis internet atau smartphone lainnya, dan mempertanyakan mengapa main game yang dipilih.

Namaun Kata Michelle Carras, kontraktor independen tentang masalah kesehatan mental publik yang telah menerbitkan penelitian tentang perilaku bermain game, tidak mengesampingkan bahwa beberapa perilaku bermain game bisa bermasalah, tetapi mencatat bahwa beberapa studi yang menyoroti sifat kecanduan dan menghabiskan banyak waktu untuk bermain game, termasuk tidak hanya bermain game tetapi menggunakan internet umum dan telepon pintar, dan karenanya mungkin tidak mengukur efek spesifik permainan.

(ANT)

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini