Tidak tanggung-tanggung, 13 Guru Besar terbaik Indonesia turut dihadirkan sebagai Invited Speakers untuk membedah strategi peningkatan mutu dari berbagai sudut pandang:
- Sejarah dan Tata Kelola: Samuel Benyamin Hakh (Perjalanan Mutu sejak 2000) dan Harianto GP (Efektivitas Peran Ditjen Bimas Kristen).
- Etos dan Integritas: Daniel Ronda (Panggilan Akademik Melampaui Jabatan) dan Binsar J Pakpahan (Integritas Guru Besar).
- Penjaminan Mutu dan Kapasitas: Maidiantius Tanyid (Strategi Mutu), Stevri P. N. Indra Lumintang (Akselerasi Mutu), dan Muner Daliman (Kapasitas Dosen).
- Riset dan Publikasi Internasional: Sonny Zaluchu (Reputasi Akademik), Benyamin F. Intan (Strategi Artikel Bereputasi), Armand Barus (Akselerasi Publikasi Jurnal Q-1), dan Junihot Simanjuntak (Penelitian sebagai Pilar Mutu).
- Humanisme dan Masyarakat: Frans Pantan (Cendikiawan Humanis) dan Telhalia (Pengabdian Masyarakat yang Membumi).
Baca Juga: Dua Tahun Terisolasi, Warga Pebayuran Desak Dishub Bekasi Hidupkan Kembali Angkot
Menatap Masa Depan PTKKI
Lahirnya FDGBTKI dan suksesnya simposium ini menghembuskan angin segar bagi masa depan pendidikan Kristen di Indonesia. Forum ini tidak hanya menjadi wadah akademik, tetapi menjadi motor penggerak yang siap membawa PTKKI bertransformasi menjadi institusi kelas dunia yang unggul, tanpa kehilangan akar spiritualitas dan nilai pelayanannya.