NAWACITAPOST.COM — Di tengah dinamika global dan tantangan ekonomi yang kian kompleks, Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II mengambil langkah proaktif dalam merajut kemitraan strategis bersama para raksasa industri hasil tembakau nasional.
Melalui program intensif Customs Visit Customer (CVC) yang digelar di PT HM Sampoerna Tbk pada Kamis (15/10), otoritas kepabeanan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya bertindak sebagai pengawas fiskal, tetapi juga hadir sebagai katalisator pertumbuhan dan mitra dialog yang solutif bagi dunia usaha.
Kegiatan strategis tersebut dipimpin secara langsung oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, Muhamad Lukman, didampingi oleh jajaran pimpinan kepala kantor Bea Cukai di lingkungan wilayah kerjanya.
Kehadiran para pimpinan tertinggi instansi ini di lantai produksi pabrik rokok terkemuka tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mendengarkan denyut nadi industri secara langsung dari lini terdepan.
Menembus Batas Birokrasi Lewat Dialog Terbuka
Agenda kunjungan kerja ini dimulai dengan peninjauan mendalam terhadap lini proses produksi sigaret, mulai dari pengolahan bahan baku hingga tahap pengemasan akhir.
Langkah ini diambil guna memahami secara komprehensif realitas operasional di lapangan, termasuk hambatan logistik dan teknis yang dihadapi oleh para pelaku industri tembakau padat karya.
Usai peninjauan lapangan, rangkaian acara dilanjutkan dengan forum diskusi kelompok terarah (focus group discussion / FGD). Forum ini dirancang khusus untuk membedah berbagai isu krusial, mulai dari fluktuasi pasar global, tekanan beban fiskal, hingga harmonisasi regulasi kepabeanan dan cukai yang berlaku.
Dalam keterangannya, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati, menegaskan bahwa pendekatan humanis dan komunikatif merupakan kunci utama dalam menciptakan ekosistem industri yang sehat dan berkeadilan.
“Hubungan yang baik antara Bea Cukai dan pelaku usaha perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan. Melalui Customs Visit Customer, kami dapat memahami kebutuhan serta kendala yang dihadapi pengguna jasa, sekaligus memberikan asistensi agar pelaksanaan kewajiban kepabeanan dan cukai berjalan dengan baik. Dengan demikian, kepatuhan dapat terus ditingkatkan dan iklim usaha yang sehat dapat terwujud,” ujar Netty.
Merajut Kepatuhan dan Optimalisasi Penerimaan Negara
Inisiatif berkelanjutan yang digelorakan oleh Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II ini merupakan manifestasi nyata dari transformasi kelembagaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menyeimbangkan fungsi trade facilitator dan industrial assistance dengan fungsi pengawasan (law enforcement).
Melalui penyediaan asistensi teknis yang komprehensif, para pelaku usaha didorong untuk senantiasa mematuhi koridor hukum yang berlaku tanpa harus terbebani oleh prosedur administratif yang kaku.
Sinergi yang kokoh antara regulator dan industri hasil tembakau ini diharapkan tidak hanya mampu menjaga keberlangsungan iklim usaha yang kompetitif dan sehat, tetapi juga berimplikasi langsung pada pengamanan serta optimalisasi penerimaan negara di sektor cukai secara berkelanjutan.
Sumber: Unggahan akun Facebook Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jumat (6/11/2026)