NAWACITAPOST.COM — Langkah berani UMKM lokal menuju kancah dunia kembali terbukti. Sebanyak delapan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bawah binaan Bea Cukai di wilayah Banten resmi berpartisipasi dalam ajang bergengsi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang digelar pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Kabar membanggakan tersebut dilansir dari unggahan akun Facebook resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Rabu (4/11/2026). Adapun delapan UMKM binaan yang tampil memukau dalam pameran dagang internasional tersebut adalah Meraki Cipta Rasa, Cokelatin, Prospero, Sanfood, Follow Me, Allana Indonesia, Syabina, dan Latazha Home Decor.
Sebagai wujud kepedulian nyata, Kepala Kanwil Bea Cukai Banten, Ambang Priyonggo, memboyong langsung jajarannya untuk menyambangi stan para pelaku usaha. Kunjungan ini bertujuan membakar semangat para UMKM agar tak berhenti berkreasi dan berinovasi demi menembus pasar internasional.
Baca Juga: Nakhoda Baru Fiskal, Berikut Jejak Panjang Sudarto Mengawal Anggaran di Bawah Suahasil Nazara
“Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian Kanwil Bea Cukai Banten terhadap perkembangan usaha para UMKM binaan, sekaligus kesempatan untuk berdialog langsung mengenai pengembangan produk dan peluang menembus pasar internasional,” ujar Ambang.
Ambang menegaskan bahwa keikutsertaan para pelaku usaha lokal dalam ajang berkelas dunia ini menjadi bukti krusialnya sinergi antara pemerintah dan sektor usaha untuk melambungkan daya saing produk dalam negeri.
“Melalui partisipasi delapan UMKM binaan ini, Kanwil Bea Cukai Banten berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar UMKM dapat naik kelas dan berdaya saing di kancah internasional,” tambah Ambang.
Sebagai panggung perdagangan internasional terdepan, TEI 2026 menjadi karpet merah bagi pelaku usaha untuk melipatgandakan jejaring bisnis dan mengekspansi pasar ekspor. Selain pameran, ajang ini dilengkapi program strategis seperti business matching, business forum, hingga business counseling.
Baca Juga: Yasonna Laoly: Integritas Sejati Teruji Lewat Keselarasan Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan
Peluang emas tersebut langsung membuahkan hasil manis sejak hari pertama. Sebanyak 168 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan pembeli luar negeri sukses ditandatangani dengan nilai fantastis mencapai USD13,2 miliar.
Keberhasilan dramatis juga diukir oleh Saripati Laer, produsen minuman tradisional berbasis jahe binaan Bea Cukai Tangerang. Usaha lokal ini resmi menandatangani MoU kesepakatan penjualan produknya untuk merambah pasar Australia.
Tak hanya mendampingi, Bea Cukai di wilayah Banten juga mengambil peran aktif melalui stan Indonesia Export Consultation Center yang diwakili oleh Bea Cukai Tangerang. Stan khusus ini disiagakan untuk memberikan layanan konsultasi langsung bagi para pelaku usaha dan pengunjung terkait regulasi ekspor-impor.
Melalui agenda Customs Visit and Customer Care (CVC) di TEI 2026, Bea Cukai bertekad menjaga komunikasi yang intensif, menyerap kebutuhan pelaku usaha, serta membukakan pintu akses peluang ekspor selebar-lebarnya.
Langkah masif ini diharapkan mampu memperkokoh ekosistem ekspor nasional sekaligus menempatkan UMKM sebagai motor penggerak utama dalam perdagangan internasional.