Kamis, 4 Juni 2026

Sangat Berguna Buat Pekerja Migran Indonesia, Kepala BP2MI Benny Rhamdani Berharap Pemerintah Korsel Jangan Tutup Shelter

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 10 Oktober 2023 | 06:15 WIB
Kepala BP2MI Benny Rhamdani (kanan) di Ansan Migrant’s Counseling Support Center, Minggu (8/10/2023). Foto Humas BP2MI.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani (kanan) di Ansan Migrant’s Counseling Support Center, Minggu (8/10/2023). Foto Humas BP2MI.



NAWACITApost.com - Pekerja Migran Indonesia  (PMI) di Korsel setiap tahun selalu bertambah, bahkan tahun ini diperkirakan tembus 14.000. PMI yang begitu banyak itu, tentu perlu suatu wadah. dan di Korsel tepatnya di Ansan ada wadah bernama  Ansan Migrant’s Counseling Support Center atau Shelter. Shelter ini telah banyak membantu PMI dan tenaga kerja dari berbagai negara lain, jelas Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani saat berdialog dengan PMI di Ansan, Minggu (8/10/2023).





“Terima kasih telah menerima kedatangan kami di Shelter yang banyak diceritakan oleh Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan. Kami juga berterima kasih karena banyak Pekerja Migran Indonesia di Korea Selata yang dibantu oleh Shelter ini. Semoga kedatangan kami akan memperkuat kerjasama Korea Selatan dan Indonesia, serta BP2MI dan Shelter,” ujar Benny, di Ansan, Minggu (8/10/2023).

Benny mengatakan, ia sedih mendengar bahwa Pemerintah Korea Selatan berencana menutup Shelter di Korea Selatan. Padahal Shelter ini dibutuhkan bagi pekerja migran.

Perwakilan Ansan Migrant’s Counseling Support Center menyampaikan shelter ini berdiri dibawah Ansan City Hall. Sekitar 70 persen permasalahannya berasal dari tenaga kerja asing, termasuk Indonesia. Mengenai isu shelter yang ditutup itu adalah shelter yang berada di bawah kewenangan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Hal itu memang sangat disayangkan jika benar terjadi. Kalau Shelter kita tidak ada isu ditutup, karena kami berada di bawah Ansan City Hall bukan Kementerian Ketenagakerjaan,” paparnya.

Ia menceritakan kisah Pekerja Migran Indonesia yang sangat inspiratif dan menarik. Adalah Waryono, Pekerja Migran Indonesia asal Kendal yang sukses setelah bekerja di Korea Selatan, khususnya Ansan. Saat ini Waryono sudah memiliki beberapa usaha, yaitu Ansan Mart, Bengkel Ansan, dan Restoran Ansan.

“Bahkan Waryono memiliki anak yang diberi nama Ansan,” katanya.

Benny menjelaskan, ia baru mendengar kisah Pekerja Migran Indonesia Waryono yang sangat menginspirasi ini, dan tentunya banyak Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di Korea Selatan.

“Kami akan menjadikan Waryono sebagai tokoh inspirasi bagi Pekerja Migran Indonesia,” jelasnya.

Menutup pertemuan ini, Benny mengucapkan terima kasih kepada Ansan Migrant’s Counseling Support Center terhadap kontribusinya pada permasalahan Pekerja Migran Indonesia.

“Sekali lagi, kami berterima kasih atas nama Indonesia, karena Shelter ini telah banyak memberikan bantuan kepada Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan, bahkan itu adalah bantuan sukarela,” pungkasnya.


Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini