Sabtu, 20 Juni 2026

Kinerja Positif Sektor Jasa Keuangan Jawa Timur, Kredit Perbankan Tumbuh 8,04%

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Selasa, 11 Februari 2025 | 14:21 WIB

NAWACITAPOST.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia Emas 2045. Dalam media briefing di Surabaya, Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari, menekankan pentingnya sinergi antara OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan masyarakat untuk menghadapi tantangan ekonomi global dan nasional.

Hingga Desember 2024, sektor perbankan Jawa Timur menunjukkan kinerja yang solid. Kredit perbankan tumbuh 8,04% year-on-year (yoy) mencapai Rp614 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 4,73% (yoy) menjadi Rp790 triliun. Stabilitas perbankan tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang menurun menjadi 2,88% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang kuat sebesar 29,58%. Rasio likuiditas perbankan juga terjaga dengan Alat Likuid terhadap DPK sebesar 15,01% (di atas threshold 10%) dan Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit sebesar 68,58% (di atas threshold 50%), menunjukkan ketahanan sektor perbankan terhadap risiko likuiditas.

Di sektor pasar modal, jumlah emiten yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Jawa Timur meningkat menjadi 47 emiten dengan total dana terhimpun mencapai Rp13,25 triliun, tumbuh signifikan dibandingkan tahun 2019. Selain itu, Securities Crowdfunding (SCF) menunjukkan tren positif dengan 33 penerbit dan total dana terhimpun Rp42,27 miliar, mencerminkan peningkatan minat investor terhadap skema pendanaan alternatif yang mendukung pengembangan UMKM di Jawa Timur.

Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Jawa Timur juga memberikan kontribusi signifikan. Sektor perasuransian menunjukkan kinerja yang solid dengan peningkatan premi asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 12,3% dan 10,3% (yoy). Rasio Risk Based Capital (RBC) untuk asuransi jiwa dan asuransi umum tetap berada di atas 120%, menandakan kesehatan keuangan perusahaan asuransi di wilayah ini.

Sektor dana pensiun mengalami pertumbuhan positif dengan total aset mencapai Rp4,35 triliun, meningkat 2,24% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. Perusahaan penjaminan di Jawa Timur mencatatkan peningkatan outstanding penjaminan sebesar 3,08% (yoy), mendukung akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.

Perusahaan pembiayaan mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 9,94% (yoy) dengan Non-Performing Financing (NPF) gross terjaga di angka 2,94%. Sektor modal ventura dan lembaga keuangan mikro juga menunjukkan perkembangan positif, mencerminkan tingginya permintaan pembiayaan di sektor produktif. Pinjaman daring (P2P lending) mengalami pertumbuhan signifikan dengan outstanding tumbuh 30,05% (yoy), menunjukkan adopsi teknologi finansial yang semakin meluas.

 

OJK Jawa Timur aktif meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), yang telah menjangkau lebih dari 159.000 peserta. Program inklusi seperti Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) dan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) berhasil meningkatkan akses keuangan masyarakat, dengan total pembiayaan mencapai Rp2,8 triliun untuk 96.532 debitur. Program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) juga diimplementasikan di berbagai wilayah untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

 

Sebagai upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan pendalaman pasar keuangan terintegrasi, OJK menerima pengalihan tugas pengaturan dan pengawasan Aset Keuangan Digital, termasuk aset kripto, serta derivatif keuangan dari Bappebti per 10 Januari 2025. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2024.

OJK juga mendukung program pemerintah dalam penyediaan 3 juta hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui kebijakan pendanaan yang inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, OJK mendukung program prioritas pemerintah seperti pengembangan sektor energi terbarukan, infrastruktur, dan digitalisasi ekonomi.

 

Dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, OJK Jawa Timur berkomitmen memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Fokus OJK adalah memastikan stabilitas sistem keuangan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta mendorong inovasi di sektor jasa keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. OJK juga berperan aktif dalam mendorong transformasi digital di sektor keuangan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing ekonomi Jawa Timur di tingkat global. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini