NAWACITAPOST.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati terus mengawasi perkembangan ekonomi global yang diprediksi melanjutkan tren perlambatan pada tahun 2024.
Dalam laporan terbaru Bank Dunia yang dirilis pada awal Januari 2024, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan hanya mencapai 2,4%, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar 2,6% (year-on-year/yoy) maupun tahun 2022 yang mencapai 3%.
Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh tekanan utang di China dan risiko fiskal di Amerika Serikat. Sri Mulyani menyoroti tekanan utang di China sebagai pendorong utama perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut.
Baca Juga: Survei LSI Denny JA: Prabowo-Gibran Kuasai Pemilihan 2024 dengan Elektabilitas 50,7 Persen
Kepailitan perusahaan properti terbesar di Hong Kong, Evergrande, turut memberikan dampak signifikan. Kejatuhan Evergrande menciptakan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi China dan menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam manajemen utang perusahaan.
Di sisi lain, Amerika Serikat, meskipun mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat pada 2023, dihadapkan pada risiko fiskal, terutama dalam hal pembayaran bunga utang dan rasio utang pemerintah. Kondisi ini menjadi perhatian karena dapat memengaruhi perekonomian global, termasuk Indonesia, yang memiliki ketergantungan pada perdagangan internasional.
Meskipun dihadapkan pada ketidakpastian global, Sri Mulyani tetap optimis terkait ekonomi Indonesia. Dalam Konferensi Pers KSSK di kantor Kemenkeu, ia menyatakan keyakinannya bahwa ekonomi Indonesia akan tetap resilient.
Baca Juga: Anies Baswedan Minta Regulasi Ketat Soal Penggunaan Kamera di TPS
Hal ini disokong oleh permintaan domestik yang mampu menutupi pelemahan eksternal. Menurut Sri Mulyani hal itu menjadikan Indonesia lebih tangguh menghadapi gejolak ekonomi global.
Bendahara Negara menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 akan didorong oleh pemilu, yang diharapkan memberikan dampak positif terhadap konsumsi pemerintah dan masyarakat.
Pelaksanaan Program Sertifikat Tanah Nasional (PSN) 2024 juga dianggap sebagai faktor pendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%, pemerintah tetap menjaga konsistensi dengan asumsi APBN.
Baca Juga: Pembangunan Ibu Kota Nusantara Capai 71 Persen
Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah tetap fokus pada keseimbangan antara menghadapi tantangan global dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Meski proyeksi pertumbuhan global menunjukkan perlambatan, ekonomi Indonesia diharapkan tetap berada di jalur positif, memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi global.
Artikel Terkait
Sri Mulyani Menkeu Terbaik Dunia Dalam Tim Kerja Wujudkan Nawacita Jokowi
Menkeu Sri Mulyani Terus Dukung Program Terobosan Mensos
Tegas! Sri Mulyani Copot Pejabat Pajak Berharta Rp 56 M
Bertemu Mahfud MD, Sri Mulyani Bongkar Soal Laporan PPATK ke Kemenkeu
Goyang Kabinet: Sri Mulyani Siap Mundur, Jokowi Diambang Krisis Ekonomi?