Surabaya NAWACITAPOST - Sebanyak 50.000 pelajar Surabaya akan menari remo massal disejumlah tempat bersejarah. Seperti di Jembatan Suroboyo, Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, Balai Kota hingga Alun-alun Kota Pahlawan.
Kegiatan yang juga diselenggarakan untuk memecahkan rekor MURI tersebut, bisa disaksikan secara live streaming melalui kanal youtube Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan Sapa Warga.
"Gelaran ini merupakan salah satu wujud pelestarikan budaya, terlebih sebagai upaya menarik wisatawan berkunjung ke Surabaya," ungkap Abdul Ghoni Muklas Ni'am, anggota Komisi C DPRD Surabaya, mengapresiasi rencana kegiatan massal tersebut, Selasa 13 Desember 2022.
Ghoni berujar, dalam setiap gerakan tarian Remo ada banyak nilai sejarah dan filosofi yang bisa diambil. Mulai makna perjuangan, hingga cara berkomunikasi yang baik dengan masyarakat.
Dari sisi sejarah, dia mengajak masyarakat meneladani perjuangan arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945. "Saat itu, begitu gigih dan berani mengusir datangnya kembali penjajah. Hingga kemerdekaan bisa direbut lagi," cerita Ghoni, Legislator PDI Perjuangan ini.
"Maka kami mendorong kepada generasi muda, utamanya warga Kota Pahlawan, betul betul menginspirasi pejuang tempo dulu, dengan berkreasi dan berinovasi untuk kemaslahatan bersama," ucapnya.
"Saya sangat mendukung pelaksanaan ini, apalagi digelar di beberapa titik tempat bersejarah," tambah Abdul Ghoni yang saat ini juga menjabat sebagai ketua Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI) kota Surabaya.
Ia juga berharap, kegiatan massal ini jadi pelecut bagi stakeholder di Surabaya, mendukung program pemkot untuk memulihkan perekonomian yang sempat meredup pasca serangan pandemi Covid-19.
"Ini bisa menjadi momentum yang baik untuk memperkuat aspek gotong royong membangun kota ini, agar lebih baik ke depannya, sehingga Surabaya jadi kota baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," tandas Abdul Ghoni. (BNW)