Majalengka, NAWACITAPOST.COM – Budaya memandikan pusaka yang terdapat di museum Talaga Manggung Kabupaten Majalengka menjadi pagelaran yang senantiasa dilaksanakan setiap tahun nya, tepatnya pada bulan Saffar dalam kalender Islam.
Baca Juga : Ini Hasil Pertemuan PT Media Nawacita Indonesia Bersama Tim Juri Nasional Nawacita Awards
Hal itu dilakukan sebagai upaya memperingati bahwa di Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka pernah berdiri sebuah kerajaan yang cukup besar yakni Talaga Manggung.
Salah satu keluarga dari Kerajaan Talaga Manggung yakni Teten Wilman mengatakan bahwa kegiatan budaya nyiramkeun (memandikan) pusaka yang terdapat di museum tersebut sebagai sarana silaturahmi dan Napak tilas sejarah para leluhur Talaga Manggung.
-
Teten Wilman menjelaskan bahwa kegiatan yang rutin digelar setiap tahun itu, terlaksana sebagai sarana edukasi kepada masyarakat yakni di Kabupaten Majalengka juga terdapat kerajaan yang menjadi pusat perubahan Kota Angin tersebut.
"Kemudian kita juga ingin sambil memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa di sini tuh pernah ada sebuah kerajaan dan inilah bukti-buktinya yakni ratusan pusaka," jelasnya.
Di museum Talaga Manggung terdapat banyak benda pusaka, dengan berbagai jenis barang, dari mulai yang kuno, alat-alat senja pribadi berupa keris, pedang dan lain sebagainya.
"Ratusan benda pusaka terdapat disini, salah satunya ialah baju perang, kemudian ada arca Simbar kencana dan yang lainnya dimana itu semua adalah Simbol bahwa disini pernah ada sebuah kerajaan. Selain itu juga kalau oleh para peneliti, budaya di sini dulu sudah berkembang maju," ungkap Teten.
Tak hanya benda pusaka yang digunakan dalam peperangan, juga masih tersimpan beberapa benda seperti alat musik hingga mata uang kuno.
"Kemudian uang kuno, Goong renteng masih tersimpan cuma kondisinya udah tua sekali pas ditabuh tuh suaranya udah fals," tandasnya.