Komisi D juga mendukung alokasi anggaran ratusan miliar rupiah untuk pembangunan RSUD Surabaya Selatan pada 2025. Dua rumah sakit baru ini diharapkan dapat mengatasi masalah antrean pasien yang selama ini terjadi di RSUD dr. Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH).
“Setiap minggu, antrean di rumah sakit lama selalu penuh. Kami tidak ingin ada pasien yang ditolak karena kekurangan ruang perawatan. Oleh karena itu, RSUD Surabaya Timur dan RSUD Surabaya Selatan perlu menambah kapasitas ruang kelas III,” ujar Akma.
Baca Juga: DPRD Surabaya: Debat Publik Hanya Monolog, Tak Menarik!
Ia meminta Dinas Kesehatan segera memetakan kebutuhan layanan kesehatan di RS baru, termasuk memastikan ketersediaan tenaga medis, fasilitas yang memadai, serta kelengkapan lainnya. ***