daerah

Gandeng Elemen Gereja dan Pemerintah, JPAB Jatim gelar Deklarasi Bersama 'GERAKAN RAMAH ANAK'

Senin, 25 Juli 2022 | 11:30 WIB


Surabaya NAWACITAPOST - Tepat di Hari Anak Nasional tahun 2022, Puluhan tokoh dari beberapa denominasi gereja beserta elemen masyarakat di Jawa Timur berkumpul menyatakan dukungan dalam Deklarasi Bersama Gerakan Ramah Anak di wilayah Jawa Timur, khususnya kota Surabaya, Sabtu 23 Juli 2022.


Bertempat di sekretariat JPAB Regional Jatim JL. Dr. Ir. Soekarno no. 22 Surabaya, Deklarasi Bersama Gerakan Ramah Anak yang digagas oleh Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB) regional Jawa Timur ini mengambil tema 'Anak Terlindungi Indonesia Maju'.


Ketua Pengurus JPAB reg Jatim, Jenny Goenawan dalam sambutannya mendorong seluruh pihak untuk membangun berkomitmen bersama Gerakan Ramah Anak.


“Dalam rangka mendukung tercapainya program pemerintah mewujudkan indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030 dengan target 400 kota Layak Anak dan Surabaya sebagai Kota Layak Anak (KLA), kami mendorong berbagai pihak untuk membangun berkomitmen bersama Gerakan Ramah Anak, " ujar Jenny Goenawan.


-


Hal senada, dalam paparannya Toninardi Wijono, Ketua Nasional - Anak Bersinar Bangsa Gemilang mengatakan bahwa, Anak anak yang kita pandang hari ini adalah harapan dan masa depan pemimpin pemimpin bangsa.


"10 hingga 15 tahun lagi, mereka akan menjadi pemimpin di bidang mereka masing masing, " Kata Toni.


"Komitmen bersama dalam Gerakan Ramah Anak adalah tindakan sirategis yang perlu menjadi perhatian kita bersama. Ini menjadi investasi kita bersama, " terangnya.


Toni kembali menerangkan, Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984, bahwa setiap tanggal 23 Juli, diperingati sebagai Hari Anak Nasional.


Kala itu, Presiden Soeharto menggagas Hari Anak Nasional untuk ditetapkan sebagai momentum pengingat bersama bahwa anak-anak adalah aset kernajuan bangsa, pemimpin masa depan bangsa. Dan sejak saat itu, perayaan anak-anak terus digelar untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang ramah anak.


"Tanggal 23 Juli akan diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN), sebagai momentum penggugah kepedulian dan partisipasi bangsa dalam menjamin pemenuhan hak anak, " Pungkas Toni.


Ditemui usai gelaran, Galih Pangukuh perwakilan dari DP3AK Prov. Jatim menyambut baik kepedulian beberapa elemen masyarakat untuk deklarasi bersama Gerakan Ramah Anak yang digagas JPAB.


Menurutnya, penanganan masalah anak ini tidak mungkin hanya digarap oleh Pemerintah, terlebih jika melihat beberapa saat ini kekerasan pada anak masih sering terjadi.

Halaman:

Tags

Terkini