daerah

Komisi A Mengapresiasi Surabaya yang dipercaya sebagai Tuan Rumah Puncak Perayaan Otoda Nasional

Selasa, 23 April 2024 | 13:10 WIB
Balai Kota Surabaya (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Kota Surabaya akan kembali menjadi pusat perhatian sebagai tuan rumah acara nasional, setelah sebelumnya menjadi lokasi puncak perayaan Natal tahun 2023. Pada Kamis mendatang, Surabaya akan menjadi tempat pelaksanaan puncak perayaan Otonomi Daerah (Otoda) Nasional, yang akan dihadiri oleh kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Dalam acara tersebut, Walikota Surabaya akan diberikan penghargaan dalam kategori Penyelenggaraan Pemerintahan terbaik di Indonesia.

Ketua Komisi A (Hukum dan Pemerintahan) DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyambut baik keputusan tersebut. "Kami turut bersyukur atas kepercayaan pemerintah pusat menggelar even nasional di kota Surabaya, baik even puncak perayaan Natal beberapa waktu lalu maupun even puncak perayaan otonomi daerah kamis besok," ungkapnya.

Baca Juga: Tuduhan Penganiayaan oleh Anak DPRD Surabaya Disangkal, Ini Kronologi Sebenarnya!

“Walikota Surabaya Mas Eri Cahyadi membuat kerangka kebijakan yang membuat kota Surabaya tetap harmoni dibalik keberagaman suku dan agama, inilah yang membuat Pemerintah Pusat memberikan kepercayaan terhadap Kota Surabaya untuk menggelar even-even pemerintahan nasional di Surabaya,” tambah Fathoni.

Ketika disinggung mengenai penghargaan yang akan diterima Walikota dalam puncak Otoda Award dengan kategori penyelenggara pemerintahan terbaik, Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya ini mengatakan, penghargaan tersebut merupakan kado hari raya idul fitri bagi seluruh Masyarakat Masyarakat Surabaya yang saat ini sedang merayakan hari kemenangan.

“Dimasa Walikota Surabaya Mas Eri Cahyadi, partisipasi Masyarakat untuk berkontribusi dalam pemerintahan terbuka lebar dan meningkat, ini kepiawaian kepemimpinan yang menjadi trade make beliau, sehingga penghargaan tersebut disamping untuk Mas Eri sendiri, juga apresiasi atas kolaborasi seluruh tokoh Masyarakat dan tokoh agama dengan Pemkot Surabaya, mudah-mudahan dapat dipertahankan dimasa masa yang akan datang, untuk itu saya terus dorong pentingnya keberlanjutan pemerintahan, ” paparnya.

Baca Juga: Eri Cahyadi dan Armuji Perkuat Komitmen untuk Warga Surabaya

Meski periode walikota dan wakil walikota kali ini hanya 3,5 tahun, lanjut Toni, Walikota Surabaya sudah meletakkan dasar pemerintahan yang berbasis pada system kerja baku yang menjadi pedoman seluruh organisasi perangkat daerah dalam melaksanakan RPJMD, sehingga tidak ada lagi ego sectoral antar organisasi perangkat daerah yang membuat program tidak bisa terlaksana dengan baik.

“Kita lihat, seluruh kebijakan saat ini berlangsung dimulai dari hulu ke hilir, tidak berjalan sendiri-sendiri, salah satunya adalah soal penanganan stunting seluruh OPD bekerja secara kolaboratif sehingga mampu menurunkan angka stunting di kota Surabaya, ” jelasnya.

Diawal Walikota Surabaya Eri Cahyadi menjabat, papar Toni, Pemkot Surabaya langsung bekerja keras menangani pandemi Covid yang melanda Surabaya dan Indonesia, sehingga APBD Surabaya dihabiskan untuk mengatasi persoalan tersebut, sehingga program kerja lain belum bisa terlaksana karena keterbatasan anggaran.

Baca Juga: Kosong Selama Lima Tahun, Mall THR Surabaya Rugikan Pemkot Rp 100 Miliar

“Jadi efektif Walikota Surabaya hanya bisa merealisasikan program dalam 2 tahun anggaran saja dalam 1 periode, namun dalam periode singkat tersebut sudah banyak program kerakyatan yang telah terlaksana dan dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat, salah satunya adalah hadirnya rumah sakit di Surabaya Timur yang akan beroperasi tahun ini, sehingga tidak ada lagi dikotomi layanan dasar Kesehatan terhadap warga Surabaya,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini