daerah

Hari Dokter Nasional 2026, Dr Michael Soroti Nasib Dokter Internship: Beban Kerja Tinggi, Gaji Rendah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:07 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dr Michael Leksodimulyo, MBA, M.Kes. (foto: istimewa)

 

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Apresiasi kepada dokter tidak cukup berhenti pada ucapan selamat setiap Hari Dokter Nasional. Kesejahteraan, beban kerja, pemerataan tenaga medis, hingga akses pelayanan kesehatan bagi warga miskin harus menjadi pekerjaan nyata pemerintah.

Pesan tersebut disampaikan anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dr Michael Leksodimulyo, MBA, M.Kes, yang dikenal sebagai Dokter Rakyat, dalam momentum Hari Dokter Nasional 2026, Sabtu (24/10/2026).

Ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh dokter yang bertugas di puskesmas, rumah sakit, klinik, serta berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, di balik pengabdian tersebut, menurutnya, terdapat sejumlah persoalan yang perlu dievaluasi agar mutu pelayanan kesehatan berjalan seiring dengan pemenuhan hak dan perlindungan tenaga medis.

“Pemerintah Kota Surabaya perlu mengevaluasi kesejahteraan, beban kerja, kepastian hak, dan dukungan kerja dokter sesuai status kepegawaiannya,” menjadi salah satu poin utama masukan Dr Michael.

Dokter Internship Jadi Perhatian

Salah satu persoalan yang disoroti adalah beban kerja dokter internship. Dr Michael menilai, besaran penghasilan dan waktu kerja dokter yang menjalani program internship perlu dikaji kembali agar sebanding dengan tanggung jawab serta beban pelayanan yang dijalankan.

Ia juga meminta evaluasi terhadap jumlah pasien yang ditangani, durasi konsultasi, jadwal jaga, hingga pelayanan poliklinik sore.

Menurutnya, penambahan jam pelayanan tidak boleh sekadar memperpanjang waktu kerja tenaga medis tanpa memperhitungkan kecukupan sumber daya manusia dan keselamatan dokter maupun pasien.

“Penambahan jam layanan harus didukung kecukupan SDM dan pengaturan jadwal yang aman, bukan sekadar menambah beban kerja tenaga medis,” demikian substansi masukan yang disampaikannya.

Selain persoalan penghasilan dan beban kerja, Dr Michael menegaskan pentingnya jaminan perlindungan bagi dokter internship melalui BPJS Ketenagakerjaan sejak mereka mulai bekerja di rumah sakit tempat pengabdian.

Dokter internship, menurutnya, harus mendapatkan perlindungan kerja yang memadai. Jangan sampai dokter yang sedang menjalani pengabdian justru dibebani kewajiban membayar sendiri iuran perlindungan tersebut. Mekanisme kepesertaan dan pihak yang bertanggung jawab atas pembayaran iuran perlu dipastikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Perhatian Dr Michael terhadap persoalan dokter internship juga memiliki kedekatan personal. Tiga anaknya berprofesi sebagai dokter, dan salah satunya sedang menjalani program internship di RSAD Brawijaya Surabaya.

Pemerataan Dokter dan Penguatan Puskesmas

Selain kesejahteraan, Dr Michael meminta Dinas Kesehatan Surabaya memetakan rasio serta distribusi dokter di setiap wilayah, puskesmas, dan rumah sakit.

Halaman:

Tags

Terkini