Selasa, 20 Oktober 2026

QR SiBoyo Bikin Resah! Muncul Pembayaran ke China, Warga Surabaya Jangan Gegabah Bertransaksi!

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:03 WIB
Foto hasil penelusuran Media Nawacita posting terkait QR Code milik SiBoyo yang muncul pembayaran ke China
Foto hasil penelusuran Media Nawacita posting terkait QR Code milik SiBoyo yang muncul pembayaran ke China

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Penggunaan stiker QR Code SiBoyo pada gerobak pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM di Kecamatan Gayungan, khususnya Kelurahan Menanggal, menjadi sorotan. Kode yang dipasang untuk mendukung promosi aplikasi UMKM tersebut dilaporkan memunculkan tampilan pembayaran ke China dengan mata uang Yuan (CNY) saat dipindai melalui aplikasi perbankan.

Temuan ini memunculkan pertanyaan mengenai fungsi kode, kejelasan informasi pada stiker, serta keamanan transaksi digital yang digunakan masyarakat. Apalagi, stiker tersebut memuat tulisan “SATU QRIS UNTUK SEMUA”, logo Livin’ by Mandiri, identitas UMKM Si-Boyo, dan Koperasi Kelurahan Merah Putih.

Berdasarkan foto stiker dan tangkapan layar yang disampaikan, hasil pemindaian menunjukkan keterangan “Pembayaran QR di CHINA” dengan pilihan nominal dalam mata uang CNY. Namun, belum ada keterangan yang memastikan penyebab munculnya tampilan tersebut, apakah berkaitan dengan jenis kode yang dipindai, mekanisme pengalihan aplikasi, kesalahan konfigurasi, atau faktor teknis lainnya.

Klarifikasi Dinkopumindag: Bukan QRIS Pembayaran

Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumindag) Surabaya, Reza Pahlevi, menyatakan bahwa kode pada stiker tersebut bukan QRIS untuk menerima pembayaran secara langsung.

“Bentuk yang dibilang QRIS pembayaran itu sebetulnya bukan QRIS pembayaran, tapi QR code untuk download aplikasi SiBoyo,” terang Reza, Selasa (20/10/2026).

Menurut Reza, aplikasi SiBoyo dirancang untuk memudahkan masyarakat memesan produk UMKM secara daring dari rumah. Produk dijual dengan harga yang sama tanpa kenaikan harga atau mark-up, sedangkan pengiriman dikelola oleh kurir Koperasi Kelurahan Merah Putih.

Program tersebut mulai digulirkan secara bertahap sejak akhir Desember 2025 di sejumlah kawasan, antara lain Jajar Tunggal, Kertajaya, Mojo, dan Banyuurip. Dalam pengembangannya, program ini juga menggandeng mitra perbankan nasional, termasuk Bank Mandiri.

Keterangan tersebut menegaskan bahwa fungsi kode menurut Dinkopumindag adalah mengarahkan pengguna untuk mengunduh aplikasi SiBoyo, bukan menjadi sarana pembayaran langsung kepada pedagang melalui QRIS.

Desain Stiker Perlu Dijelaskan Secara Terbuka

Meski telah memberikan klarifikasi, persoalan yang muncul tidak cukup diselesaikan dengan menyebut adanya kesalahpahaman pengguna. Tampilan stiker yang mencantumkan slogan “SATU QRIS UNTUK SEMUA” berpotensi membuat masyarakat mengira kode tersebut dapat langsung digunakan untuk membayar transaksi di tempat.

Karena itu, perlu penjelasan mengenai dasar penggunaan istilah QRIS, fungsi setiap logo yang dicantumkan, serta hubungan antara kode tersebut dan aplikasi SiBoyo. Masyarakat juga perlu memperoleh petunjuk yang jelas mengenai tahapan pemindaian agar tidak keliru menganggap tautan unduhan sebagai kode pembayaran.

Apabila kode tersebut memang hanya ditujukan untuk mengunduh aplikasi, informasi itu semestinya ditampilkan secara tegas dan mudah dipahami. Langkah ini penting untuk menghindari kebingungan pembeli maupun pedagang yang mengandalkan transaksi nontunai dalam kegiatan sehari-hari.

Mengapa Pemindaian Memunculkan China dan Yuan?

Munculnya keterangan pembayaran ke China dengan denominasi CNY menjadi persoalan yang membutuhkan pemeriksaan teknis. Sebab, hasil pemindaian yang dilaporkan tersebut tidak selaras dengan pemahaman pengguna bahwa kode pada stiker merupakan sarana pembayaran untuk UMKM lokal di Surabaya.

Meski demikian, tampilan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan telah terjadi peretasan, pengalihan dana, ataupun kesalahan konfigurasi sistem. Kepastian mengenai penyebabnya harus didasarkan pada pemeriksaan kode QR, alamat tujuan yang tertanam di dalamnya, aplikasi yang digunakan, serta mekanisme pemrosesan transaksi.

Dinkopumindag bersama pengelola aplikasi dan pihak terkait perlu memastikan apakah kode pada stiker telah sesuai dengan fungsi yang dijelaskan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, perlu dilakukan koreksi agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Tags

Terkini