Hingga akhirnya, karena Eri Cahyadi disebut tidak menemui massa di Balai Kota, aksi PJS kemudian bergeser menuju rumah dinas Wali Kota Surabaya di Jalan Sedap Malam.
PJS menegaskan, tuntutan mereka bukan sekadar persoalan pendapatan. Mereka meminta Pemkot Surabaya membuka ruang dialog langsung mengenai arah kebijakan perparkiran yang menyangkut ribuan jukir di lapangan.
“Ayo Pak Wali, kita ngobrol. Apa yang tidak selesai, kita selesaikan,” kata Izul.
Bagi PJS, persoalan Digital Parking tidak cukup diselesaikan melalui rapat dan mediasi dengan pejabat teknis. Mereka ingin pengambil keputusan utama mendengar langsung suara juru parkir yang setiap hari berada di jalanan dan menjadi ujung tombak pelayanan parkir di Kota Surabaya.
Hingga berita ini diterbitkan, aksi masa masih berlanjut di rumah Dinas Wali kota Surabaya, jalan Sedap malam. ***