daerah

Limbah B3 Viral di Exit Tol Tambak Sumur, William Wirakusuma: Bukan Milik RSUD Eka Candrarini!

Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:32 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, William Wira kusuma (tengah) bersama koleganya, Arjuna Rizky Kresna dan dr. Michael Leksodimulyo saat sidak penanganan limbah B3 di RSUD Eka Candrarini Surabaya

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Viral video penemuan ribuan jarum suntik dan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dibuang sembarangan di saluran air sekitar exit Tol Tambak Sumur, Sidoarjo, mendapat perhatian serius DPRD Kota Surabaya.

Temuan pada Selasa (25/8/2026) tersebut menjadi sorotan setelah di lokasi ditemukan sekitar 10 kantong berisi jarum suntik, botol bekas obat hingga kasa yang masih terdapat bercak darah. Sejumlah material juga memuat identitas yang mengarah ke RSUD Eka Candrarini (RSEC) Surabaya, termasuk sobekan kantong kertas obat berlogo rumah sakit.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PSI, William Wirakusuma, menegaskan masyarakat tidak perlu panik maupun langsung menyimpulkan bahwa limbah medis tersebut berasal dari RSUD Eka Candrarini.

William mengatakan, pihaknya telah melihat langsung penanganan limbah B3 di RSEC dan memastikan prosedur pengelolaan limbah medis rumah sakit tersebut telah memenuhi standar operasional.

“Jadi kita sudah lihat tadi penanganan limbah B3 dari RSUD Eka Candrarini (RSEC), semua standar SOP-nya sudah dipenuhi. Kita lihat juga bahwa untuk disposal suntiknya tadi sudah sesuai standar,” kata William, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara prosedur pembuangan jarum suntik di RSEC dengan limbah yang ditemukan di kawasan Sidoarjo.

William menjelaskan, jarum suntik bekas di RSEC tidak dilakukan recapping atau ditutup kembali. Jarum dipisahkan dan langsung dimasukkan ke dalam safety box berwarna kuning. Sementara pada limbah yang ditemukan di Sidoarjo, jarum masih dalam kondisi tertutup dan menyatu dengan alat suntiknya.

“Karena untuk disposal pembuangan suntik itu jarumnya tidak boleh ditutup lagi. Sedangkan yang ditemukan itu tertutup lagi. Itu kan berarti bukan milik RSEC,” tegasnya.

Selain prosedur, perbedaan juga ditemukan dari sisi merek alat suntik. Pemkot Surabaya sebelumnya memastikan merek spuit yang ditemukan tidak termasuk barang yang pernah dibeli atau digunakan RSUD Eka Candrarini.

“Banyak bukti dan temuan yang memang itu bukan punya RSEC. Tidak mungkin jarum suntik RSEC yang terbuang di sana, karena sudah ada box khusus namanya safety box warna kuning dan itu benar-benar tertutup,” ujar William.

Ia menjelaskan, limbah B3 dari RSEC juga tidak dibuang secara sembarangan. Limbah tersebut dikumpulkan dalam wadah khusus dan kemudian diangkut oleh perusahaan pengelola limbah yang bekerja sama dengan rumah sakit.

Data Pemkot Surabaya menyebut pengelolaan limbah medis RSEC dilakukan bersama PT Wastec International, termasuk limbah padat dan limbah tajam. Pengangkutannya juga tercatat secara elektronik melalui sistem Festronik Kementerian Lingkungan Hidup.

“Dan langsung dikirim ke tempat pengolahan limbah B3 oleh transporternya,” kata William.

Jangan Asal Mengaitkan dengan RSEC

William menyadari viralnya video tersebut telah menimbulkan keresahan masyarakat. Namun, ia meminta publik tidak terburu-buru mengaitkan temuan limbah berbahaya itu dengan rumah sakit tertentu hanya karena ditemukan kertas atau kemasan yang memiliki identitas rumah sakit.

Halaman:

Tags

Terkini