Selanjutnya, aspek inovasi dan ramah lingkungan memperoleh bobot 10 persen. Warga diharapkan mengembangkan metode budidaya yang kreatif, ramah lingkungan, dan dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.
Panitia juga menilai kebersihan, kerapian, dan estetika pekarangan dengan bobot 10 persen. Warga harus menjaga area pekarangan tetap bersih, tertata rapi, indah, dan nyaman.
Sementara itu, partisipasi keluarga dan pemberdayaan masyarakat memperoleh bobot 10 persen. Seluruh anggota keluarga diharapkan ikut terlibat secara aktif dalam mengelola pekarangan sehingga kegiatan tersebut dapat menjadi sarana edukasi lingkungan.
Panitia turut memberikan penilaian terhadap administrasi dan dokumentasi dengan bobot 5 persen. Peserta harus mencatat dan mendokumentasikan seluruh kegiatan secara tertib serta memperbarui laporan secara berkala.
Lurah Ngagel Rejo menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme warga dalam mempersiapkan diri mengikuti lomba.
Pemerintah kelurahan terus memberikan dukungan agar masyarakat semakin aktif mengembangkan pemanfaatan pekarangan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Warga juga menyambut baik kegiatan tersebut.
Mereka menilai pemanfaatan pekarangan memberikan manfaat yang lebih luas karena tidak hanya membantu menyediakan pangan keluarga, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan semangat gotong royong di lingkungan masyarakat.
Melalui gerakan pemanfaatan pekarangan ini, Kelurahan Ngagel Rejo menunjukkan bahwa lahan terbatas di kawasan perkotaan tetap dapat menghasilkan manfaat besar.
Dengan kerja sama dan kreativitas warga, pekarangan rumah dapat menjadi sumber pangan keluarga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang asri, produktif, dan berkelanjutan.(Nns)