daerah

Kelurahan Ngagel Rejo Surabaya Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 00:31 WIB

NAWACITAPOST.COM - Kelurahan Ngagel Rejo, Kota Surabaya, terus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. (23/07/26)

Upaya tersebut terlihat dari persiapan warga RT 04 RW 10 yang akan mengikuti Lomba Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan atau Lomba MAKAN KETAN tingkat Kota Surabaya 2026.

Warga menunjukkan semangat gotong royong saat menyiapkan berbagai media tanam untuk mendukung keikutsertaan dalam lomba. Mereka mengoptimalkan lahan pekarangan yang tersedia dengan menanam berbagai komoditas pangan sekaligus menata lingkungan agar lebih produktif, bersih, dan asri.

Lurah Ngagel Rejo, Mochammad Imsak, S.Sos., hadir langsung melihat proses persiapan warga. Ia didampingi Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat dan Perekonomian, Lilis Purwanti, STP. Sejumlah perwakilan kader PKK RW di lingkungan Kelurahan Ngagel Rejo juga ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kelurahan Ngagel Rejo menunjuk Dasa Wisma Gang 1 G Ngagel Dadi untuk mewakili wilayahnya dalam Lomba MAKAN KETAN 2026. Warga kemudian bekerja sama mempersiapkan pekarangan agar mampu memenuhi berbagai indikator penilaian yang telah ditetapkan dalam lomba.

Budi Haryoso, S.Pd., selaku Pembina Tani Merdeka Indonesia DPD Surabaya, turut menyaksikan proses persiapan warga.

Kehadirannya memberikan dukungan terhadap langkah masyarakat dalam mengembangkan pertanian perkotaan dan pemanfaatan lahan pekarangan.

Program pemanfaatan pekarangan tersebut bertujuan meningkatkan partisipasi keluarga, khususnya anggota PKK yang tergabung dalam kelompok Dasa Wisma. Masyarakat dapat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam berbagai kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan itu juga sejalan dengan konsep AKU HATINYA PKK atau Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman. Melalui konsep tersebut, warga tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadikan pekarangan sebagai lahan produktif yang mampu memberikan manfaat langsung bagi keluarga.

Lomba MAKAN KETAN tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi, pembinaan, evaluasi, dan apresiasi bagi masyarakat yang berhasil mengelola pekarangan secara produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Dalam penilaian lomba, panitia memperhatikan sejumlah indikator. Keanekaragaman komoditas pangan menjadi salah satu aspek utama dengan bobot 20 persen.

Peserta harus menanam sedikitnya 10 jenis komoditas pangan, mulai dari sayuran, buah, umbi, tanaman obat keluarga (TOGA), rempah, hingga sumber protein.
Panitia juga menilai kondisi dan produktivitas tanaman cabai serta terong dengan bobot 15 persen.

Peserta harus menjaga tanaman agar tumbuh kuat, memiliki daun segar, menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas, serta terbebas dari serangan hama dan penyakit.

Aspek produktivitas dan keberlanjutan memperoleh bobot 15 persen. Penilaian ini melihat kemampuan warga menjaga hasil panen secara berkesinambungan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan.

Halaman:

Tags

Terkini