Pada kunjungan sebelumnya, Wali Kota Eri melakukan sidak langsung ke perkampungan Dukuh Kupang dan menemukan bahwa mayoritas teras rumah warga menutupi saluran, menyebabkan penyempitan aliran air dan banjir.
Baca Juga: Di Pimpin Eri Cahyadi, Program Padat Karya Surabaya Sukses Menyerap 36.194 Tenaga Kerja
Sebagai solusi, beberapa bangunan rumah perlu dibongkar untuk mengatasi permasalahan tersebut.
"Ada saluran yang mengecil, itu karena apa? Karena ada (bangunan) rumah di tengah-tengah seperti itu, maka kita akan kembalikan lagi (fungsinya)," jelas Wali Kota Eri.
Dalam rangka menyelesaikan permasalahan ini, Wali Kota Eri telah menginisiasi lelang dan memastikan bahwa proses pekerjaan penanganan banjir akan dimulai pada bulan Februari 2024.
Keputusan warga untuk mendukung langkah-langkah ini menjadi langkah positif dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman. ***