daerah

Ajeng Wira Wati Desak Pemerintah Evaluasi UKT dan Perluas Beasiswa Pendidikan

Selasa, 27 Mei 2025 | 12:21 WIB
Ajeng Wira Wati, Anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi Gerindra (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Ajeng Wira Wati, anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, menyoroti sistem pembiayaan pendidikan tinggi yang dianggap belum berpihak sepenuhnya kepada keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.

Ketua Fraksi Gerindra ini menekankan pentingnya sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang lebih adil dan selaras dengan kondisi finansial calon mahasiswa.

"Perguruan tinggi seharusnya bisa mempertimbangkan kondisi keuangan calon mahasiswanya. Dari sisi pemerintah kota, kami sudah memiliki program beasiswa tangguh yang bersumber dari APBD, serta dukungan lain seperti KIP dari Kemendikbud,” ujar Ajeng dalam keterangan kepada media, Senin (26/05).

Baca Juga: Surabaya Sabet Dua Penghargaan ANRI, DPRD Desak Perwujudan Perpusda Berbasis VR dan Teknologi Sains

Namun demikian, ia menyatakan bahwa program bantuan yang ada saat ini belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.
“Kuota beasiswa tangguh saat ini hanya 3.500 penerima. Tentu kami berharap jumlah ini bisa ditambah agar lebih banyak warga Surabaya yang mendapatkan bantuan pendidikan,” sambungnya.

Ajeng juga mengajukan usulan baru agar generasi muda yang aktif melestarikan budaya lokal mendapatkan perhatian khusus dalam program beasiswa. Ia menilai bahwa kontribusi mereka dalam seni tradisional perlu diberikan penghargaan yang setara.

“Anak-anak muda yang mencintai budaya lokal juga perlu diberi motivasi. Kami usulkan ada alokasi beasiswa khusus, asalkan mereka bisa lolos seleksi masuk di perguruan tinggi yang telah bermitra dengan Pemkot Surabaya,” jelasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya: Tanpa Regulasi Teknis, Kopkel Bisa Jadi Lahan Penyimpangan!

Menurut Ajeng, syarat untuk mendapatkan beasiswa tersebut cukup jelas dan terarah. Sasaran utamanya adalah pemuda ber-KTP Surabaya, belum menikah, terdaftar sebagai mahasiswa aktif, dan telah lulus seleksi perguruan tinggi mitra.

Ia menjelaskan bahwa bentuk bantuan dalam program ini tidak hanya berupa pembayaran UKT, tetapi juga mencakup uang saku bulanan serta tunjangan pendidikan lainnya.

Ajeng juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya yang telah menyalurkan bantuan beasiswa kepada 500 penerima. Meski begitu, ia menilai angka tersebut masih belum cukup dalam menghadapi tingginya biaya pendidikan saat ini.

Baca Juga: Komisi A Sorot Kopkel Merah Putih: Seleksi Ketat, Rekrutmen Transparan Libatkan RT/RW

“Program ini sangat dibutuhkan masyarakat. Tapi dengan kuota terbatas, belum semua yang membutuhkan bisa terbantu. Karena itu, kami mendorong adanya perluasan kuota serta penyusunan kategori baru penerima, seperti pelestari budaya dan hafiz Al-Qur’an, bukan hanya bagi warga dari keluarga kurang mampu,” tegas Ajeng.

Sebagai penutup, ia menegaskan pentingnya seleksi yang ketat demi menjaga kualitas penerima beasiswa.
"Penerima beasiswa tetap harus memenuhi syarat akademik, salah satunya IPK minimal 3,0, agar program ini tepat sasaran dan mampu mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing," pungkasnya. ***

Tags

Terkini