daerah

Sekolah Rakyat Dimatangkan, DPRD Surabaya Usulkan Pendidikan Berbasis Asrama

Rabu, 19 Maret 2025 | 22:57 WIB
Ajeng Wira Wati, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya sekaligus anggota Komisi D (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah mematangkan konsep Sekolah Rakyat yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026. Meskipun mengadopsi kebijakan dari pemerintah pusat, Pemkot Surabaya berencana melakukan sejumlah modifikasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa tujuan utama dari program ini adalah memberikan akses pendidikan gratis bagi seluruh siswa, terutama dari keluarga kurang mampu.

“Di Surabaya, ada program Sekolah Bibit Unggul. Program ini mirip dengan Sekolah Rakyat, namun fokus pada pendidikan anak-anak dari keluarga miskin hingga mereka lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan,” ujar Eri.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Sanksi Tegas Perusahaan Lalai Bayar THR

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Anna Fajriatin, mengungkapkan pihaknya telah siap menjalankan program ini sesuai arahan Wali Kota.

“Namun, kami akan melakukan beberapa modifikasi sebagaimana petunjuk dari Bapak Wali Kota agar lebih sesuai dengan kondisi di Surabaya,” jelas Anna.

Salah satu perubahan yang akan diterapkan adalah penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam kurikulum. Menurut Anna, aspek ini menjadi perhatian utama setelah pihaknya berdiskusi dengan Menteri Sosial.

Baca Juga: Masalah Surat Ijo Kembali Mencuat, DPRD Surabaya Dorong Regulasi yang Jelas

“Kami sudah berdiskusi dengan Menteri Sosial terkait teknis pelaksanaan Sekolah Rakyat ini. Salah satu aspek yang akan diperkuat adalah penguatan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila,” tambahnya.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, menyambut baik persiapan Pemkot dalam menyelenggarakan Sekolah Rakyat. Menurutnya, Surabaya masih menghadapi persoalan tingginya angka keluarga miskin dan anak putus sekolah, terutama di jenjang SMA.

“Sekolah Rakyat konsepnya dari hulu ke hilir. Targetnya menyasar keluarga miskin, memastikan tidak ada putus sekolah di keluarga miskin,” kata Ajeng pada Rabu (19/03/2025).

Baca Juga: DPRD Surabaya: Jangan Hanya Penertiban, Pemkot Wajib Lindungi Pasar Tradisional!

Lebih lanjut, legislator dari Fraksi Gerindra ini menegaskan perlunya mekanisme yang lebih jelas dalam penyelenggaraan program tersebut. Salah satu usulan DPRD adalah pembangunan asrama bagi siswa miskin agar mereka mendapatkan akses pendidikan yang lebih terjamin.

“Ada asrama pendidikan dengan sekolah gratis yang disediakan oleh pemkot. Kami meminta agar ada asrama, supaya warga Surabaya bisa merasakan program Pak Presiden Prabowo yaitu Sekolah Rakyat,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini