NAWACITAPOST.COM – Ketua Komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi Gerindra, Yona Bagus Widyatmoko, menggelar agenda reses di RT 004 RW 001, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, pada Senin (17/2/2025). Dalam kesempatan ini, ia menyerap berbagai aspirasi dari ratusan warga, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dalam sesi dialog, Yona membahas rencana Pemerintah Kota Surabaya yang berencana mengajukan pinjaman sebesar Rp 5,6 triliun. Ia menegaskan bahwa jika utang tersebut direalisasikan, penggunaannya harus benar-benar berbasis kepentingan masyarakat secara langsung, bukan hanya untuk proyek pembangunan besar yang lebih menguntungkan sektor pengembang.
“Jika berbicara tentang utang, skala prioritas harus jelas. Apa yang menjadi program utama? Pendidikan dan kesehatan harus diutamakan. Jika pinjaman ini hanya digunakan untuk membangun akses-akses tertentu seperti Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Middle East Ring Road (MERR), maka perlu dikaji ulang apakah benar-benar bermanfaat bagi masyarakat atau justru lebih menguntungkan pengembang,” ujar Yona dalam reses tersebut.
Baca Juga: Perjalanan Politik Armuji: Loyalitas, Konsistensi, dan Kemenangan di Pilwali Surabaya
Yona juga menekankan agar Pemerintah Kota Surabaya tidak hanya memprioritaskan proyek-proyek besar seperti JLLB, JLLT, dan RS Selatan, tetapi juga memperhatikan pembangunan sarana prasarana masyarakat yang masih tertunda. Beberapa program yang mandek atau belum terealisasi, termasuk pembangunan infrastruktur dasar seperti gorong-gorong, pavingisasi, serta pengelolaan dan pembinaan UMKM, harus segera ditindaklanjuti. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya revitalisasi sekolah negeri serta pembangunan tambahan sekolah SD, SMP, dan SMA. Revitalisasi pasar tradisional agar memenuhi standar SNI juga menjadi aspek yang ia harapkan mendapat perhatian pemerintah.
Selain itu, Yona menyoroti persoalan yang dihadapi warga di permukiman yang berdekatan dengan perumahan-perumahan besar. Banyak warga yang tidak mendapatkan dukungan dari pihak pengembang, terutama dalam hal bantuan sosial dan perbaikan sarana umum.
“Dalam reses ini, warga mengeluhkan kurangnya dukungan dari pengembang dalam hal bantuan sosial dan perbaikan sarana umum, seperti penyediaan tong sampah untuk setiap rumah. Kami akan mengkomunikasikan hal ini kepada pihak pengembang agar dana CSR mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan warga sekitar,” tegas Yona.
Baca Juga: Cahyo Siswo Utomo Dukung 'Pasar Tugu' Karang Taruna Ngagel sebagai Upaya Penguatan UMKM
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah warga menyampaikan keluhan dan harapan mereka. Salah satu warga RW 001 menyoroti proyek pembangunan gedung serba guna dan lapangan yang terhenti tanpa kejelasan anggaran.
“Kami butuh kepastian soal pembangunan gedung serba guna dan lapangan yang belum selesai. Selain itu, kami juga memerlukan bantuan tempat sampah untuk 120 rumah warga di RT 004,” ujar seorang warga.
Warga juga mengusulkan peninggian Gedung Balai RT 004 RW 001 serta meminta agar usulan dalam Musyawarah Pembangunan Kelurahan (Musbangkel) dan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) bisa dikawal hingga terealisasi.
Baca Juga: Warga Sawahan Keluhkan Kuota PTSL, Arif Fathoni Janji Sampaikan ke DPR RI
Di sisi lain, warga RW 007 mengusulkan pembangunan paving baru dengan lebar 5 meter dan panjang 200 meter, serta pembangunan saluran U-ditch berukuran 40/60 dengan penutup di Gang Molin, belakang SMA Shafta.
Sementara itu, warga RW 006 RT 001 menyoroti pembangunan gorong-gorong yang belum terealisasi dan menyebabkan genangan banjir. Mereka juga meminta pengadaan CCTV di 10 titik sebagai langkah antisipasi terhadap masalah keamanan dan kesehatan lingkungan.