Senin, 20 Juli 2026

Surabaya Waterfront Land: Simbol Kemajuan atau Ancaman bagi Keadilan Sosial?

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Rabu, 8 Januari 2025 | 10:45 WIB
Ilustrasi dampak Reklamasi. (Suber Foto: https://knti.or.id/)
Ilustrasi dampak Reklamasi. (Suber Foto: https://knti.or.id/)

Kusnan menegaskan pentingnya pendekatan inklusif dan berkelanjutan dalam proyek SWL. Ia memberikan beberapa rekomendasi konkrit untuk pemerintah dan pengembang:

  1. Pemberdayaan Ekonomi Lokal:
    Kawasan SWL harus dirancang untuk mendukung ekonomi lokal, seperti menyediakan ruang bagi nelayan untuk menjual hasil tangkapan, memperbarui alat tangkap yang ramah lingkungan, menyediakan cold storage, hingga membangun pusat kuliner khas pesisir.

  2. Pelestarian Lingkungan:
    Pemerintah dan pengembang harus menjamin bahwa kawasan mangrove tidak diganggu. Infrastruktur ramah lingkungan, seperti sistem drainase modern dan pengelolaan limbah, harus menjadi prioritas.

  3. Hunian Layak bagi Warga Terdampak:
    Jika penggusuran tidak dapat dihindari, warga harus diberikan hunian layak dengan fasilitas yang memadai, termasuk akses pendidikan, kesehatan, dan transportasi.

  4. Pendidikan dan Pelatihan Kerja:
    Warga lokal harus diberikan pelatihan agar dapat bekerja di sektor-sektor strategis dalam proyek SWL, bukan hanya ditempatkan pada posisi rendah.

  5. Pelestarian Budaya Lokal:
    Identitas budaya pesisir Surabaya harus dijaga. Kawasan SWL bisa mengintegrasikan elemen budaya lokal, seperti festival seni pesisir, museum maritim, atau ruang publik dengan ornamen khas daerah.

Kritik terhadap Kepemilikan Proyek di Atas Laut

Kusnan juga mempertanyakan sistem kepemilikan proyek di atas laut. Ia mendesak adanya regulasi yang memastikan bahwa proyek ini tetap menjadi bagian dari Surabaya dan tidak sepenuhnya dikuasai oleh investor luar.

“Kalau perumahan elit saja dibangun di tanah, SWL ini dibangun di laut. Jangan sampai kita kehilangan hak atas kawasan ini. Pemerintah harus memastikan bahwa PSN ini benar-benar untuk masyarakat Surabaya,” pungkasnya.

Pembangunan PSN SWL adalah peluang besar bagi Surabaya untuk melangkah ke masa depan. Namun, keberhasilan proyek ini akan sangat tergantung pada bagaimana pemerintah dan pengembang memastikan bahwa proyek ini inklusif, berkelanjutan, dan menghormati hak-hak masyarakat lokal.

“Surabaya tidak butuh proyek megah yang hanya menguntungkan segelintir orang. SWL harus menjadi simbol pembangunan yang adil, ramah lingkungan, dan menghormati nilai-nilai lokal,” tutup H. Kusnan. ***

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini